Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

NTT

Badai Karamkan Dua Kapal
20 Maret 2004

TEMPO Interaktif, Kupang: Hujan deras disertai badai di Nusa Tenggara Timur mengakibatkan sedikitnya 200 rumah hancur dan dua kapal barang karam saat berlayar dari Surabaya ke Kupang. Kedua kapal ini terbawa ombak setinggi tiga sampai lima meter di perairan Kupang, Sabtu dini hari.

Kedua kapal naas itu yakni KM. Anggrek dan KM. NTT Jaya. Semua penumpang, yang kesemuanya Anak Buah Kapal (ABK), selamat setelah dievakuasi Tim Safe and Rescue yang dipimpin W. Suparman dibantu beberapa anggota polisi air Kupang. "KM Anggrek karam setelah stirnya patah karena diterjang badai dasyat saat memasuki laut Sawu. Kapal akhirnya terbawa arus dan karam di bagian barat Pulau Kera. Sedangkan KM. NTT Jaya, karam setelah diterjang badai saat berada di perairan teluk Kupang," kata Suparman, seusai mengevakuasi 11 ABK, Sabtu (20/3).

Meski semua awak kapal selamat, kondisi mereka sangat lemah karena tidak makan dan minum selama kurang lebih dua hari.
"Kami hanya makan mie dan makanan ringan yang ada di kapal," kata Lambertus Rohi, salah satu awak KM. Anggrek.

Seluruh muatan kapal yang terdiri dari delapan kontainer berisi puluhan kendaraan roda dua milik salah satu penyalur di Kupang dan empat unit kendaraan roda empat, terpaksa diceburkan ke laut untuk mengurangi beban kapal. KM. NTT Jaya yang karam di perairan Teluk Kupang saat ini dalam kondisi miring, setelah mengalami kebocoran di lambung kiri.

Hujan badai yang terjadi selama sepekan terakhir, juga merusak sekitar 200 rumah warga di Kota Kupang. Kerusakan terparah terjadi di Kelurahan Naikoten I dan Kelurahan Oeboo, Kecamatan Oebobo. Tiga warga dilaporkan dalam kondisi kritis karena tertindih pohon. Selain itu, seluruh pelayaran kapal Feri milik PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT. ASDP) dan penerbangan lokal dengan pesawat Cassa milik PT. Merpati Nusantara Airlines (MNA) dihentikan sampai kondisi cuaca membaik.

Jem's de Fortuna - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Angin Puting Beliung Menerjang Puluhan Rumah
Ratusan Rumah di Bekasi Nyaris Roboh
Gunung Merapi Muntahkan Lahar Dingin
Menko Kesra: Dana Cadangan Bencana Cukup
PMI Serahkan Bantuan ke Korban Gempa Sumatera Barat

 
Berita nusatenggara Lainnya

Golkar Unggul Sementara di Delapan Kabupaten di NTT
(Kamis, 22/04/2004 | 14:29 WIB)
Kantor Bupati Sumbawa Terbakar
(Minggu, 18/04/2004 | 13:24 WIB)
Kota Mataram Diguncang Gempa
(Sabtu, 17/04/2004 | 11:12 WIB)
Golkar NTB Tetap Dukung Jusuf Kalla Jadi Capres
(Jum'at, 16/04/2004 | 16:02 WIB)
Batas RI dan Timor Leste Belum Disepakati
(Jum'at, 16/04/2004 | 15:35 WIB)
Korban Manggarai Praperadilankan Mantan Kapolres
(Rabu, 14/04/2004 | 16:07 WIB)
KPU NTB: Batas Akhir Pemilu Susulan, Besok
(Kamis, 08/04/2004 | 14:54 WIB)
27 TPS di Nusa Tenggara Timur Gelar Pemilu Susulan
(Selasa, 06/04/2004 | 15:25 WIB)
Pemilu di Kota Kupang Bermasalah
(Senin, 05/04/2004 | 12:25 WIB)
Gula Kasar Ditahan di Pulau Lembar, Mataram
(Minggu, 04/04/2004 | 21:30 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data