|
Nusa Tenggara Barat
Korban Meninggal Demam Berdarah di NTB Bertambah
24 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Mataram: Korban meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Nusa Tenggara Barat bertambah menjadi empat orang, sementara 199 pasien masih dalam perawatan. Korban terakhir meninggal adalah Ander Ramadan, 5 tahun dan Zudan, 15 tahun -keduanya warga Kabupaten Bima, menyusul Kadek Oca, 3,5 tahun -warga Kota Mataram- dan Ahmad Yandi, 10 tahun -warga Keruak, Kabupaten Lombok Timur.
Daerah yang terbesar warganya terserang DB yaitu Kota Bima (59 orang), Kabupaten Bima (56 orang), Kota Mataram (46 orang), Kabupaten Lombok Timur (26 orang), Kabupaten Lombok Barat (26 orang) dan Kabupaten Lombok Tengah (3 orang). Data Dinas Kesehatan Provinsi NTB menyebutkan, sebagian besar warga terserang DBD tinggal di kampung-kampung dengan model rumah panggung yang banyak ditemukan di daerah Bima, Sumbawa, Dompu dan sebagian di Kabupaten Lombok Timur.
"Kita belum bisa melakukan pengasapan secara massal, masih per daerah yang diindikasikan banyak nyamuknya," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dokter Mas Irwan Singagerda, di kantornya, Selasa (24/2) siang. Tidak meratanya pengasapan terjadi lantaran terbatasnya dana yang digunakan untuk bahan baku dan biaya produksi.
Bahkan, Rumah Sakit Umum (RSU) Mataram mengaku, anggaran dana Rp. 3 miliar untuk pasien miskin atau Program Kompensasi Pengganti Subsidi-BBM (PKPS-BBM) 2003, sudah habis. Sementara, dana PKPS-BBM 2004 belum turun. Sebagai alternatif, RSU Mataram menunggu dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2004 Provinsi NTB sebesar Rp. 400 juta. Ternyata, dana itu pun belum turun. Akhirnya sistem rembers -diklaim kemudian hari- pun ditempuh, terutama bagi pasien miskin. "Sambil menunggu dana dari pemerintah pusat turun -biaanya bulan Juli- kita menunggu dana dari Pemprov NTB juga," kata Wakil Direktur Pelayanan RSU Mataram, dokter Wawang Orijanto.
Sujatmiko - Tempo News Room
|