Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa Tenggara Timur

Kondisi Pengungsi Gunung Egon Memburuk
03 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Kupang: Pemerintah Kabupaten Sikka mengaku mulai kesulitan mendanai kebutuhan sekitar 5.500 pengungsi Guning Egon, yang masih bertahan di 13 lokasi penampungan di Maumere. Dana Rp 100 juta yang dialokasikan untuk keadaan darurat dilaporkan sudah mulai menipis sehingga untuk penanganan pengungsi selanjutnya dibutuhkan tambahan dana dari donatur, pemerintah pusat serta pemerintah provinsi.

Bupati Sikka Aleks Longginus yang dihubungi pada Selasa
(3/2) mengaku sebagian besar dana yang disedikan telah
terpakai untuk evakuasi warga sejak 29 Januari 2004 lalu. "Kita sangat kesulitan pendanaan. Saat ini terjadi defisit sekitar Rp 80 juta, karena dana yang disiapkan sudah habis terpakai," kata Longginus.

Menurutnya, hingga kini seluruh kebutuhan pengungsi masih menjadi tanggungan penuh Pemerintah Kabupaten Sikka termasuk biaya pemenuhan konsumsi para pengungsi. Hal ini tentu mempengaruhi neraca keuangan daerah.

Mengenai aktivitas Gunung Egon, Longginus mengatakan ledakan dan semburan awan putih dari mulut kawah mulai menurun, dua hari terakhir. Namun, statusnya masih Waspada I dan akan terus dipantau Badan Vulkanologi dan Geofisika. "Petugas dari Badan Vulkanologi terus memantau. Kalau terjadi perubahan pada penurunan aktivitas maka warga akan diberitahukan untuk kembali ke desa masing-masing," katanya.

Pemerintah setempat sendiri, akan berusaha untuk mendirikan sekolah-sekolah tenda di kamp-kamp pengungsian sehingga para pelajar tidak ketinggalan pelajaran, mengingat masa ujian akhir semakin mendekat. "Karena ada juga guru yang turut mengungsi maka kita upayakan untuk mendirikan sekolah tenda sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan walaupun dalam situasi yang kurang kondusif," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Ignatius H. Keron yang dihubungi terpisah mengatakan kondisi para pengungsi semakin memprihatinkan. Ratusan anak-anak di bawah usia lima tahun, anak dan ibu hamil mulai kekurangan gizi sehingga sangat rentan dengan penyebaran wabah penyakit menular seperti infeksi saluran pernapasan atas, malaria, demam berdarah dan diare. "Para balita dan ibu hamil membutuhkan pelayanan khusus," kata Ignatius.

Menurutnya, dari keseluruhan pengungsi, jumlah balita yang ada 609 orang, 171 bayi dan 230 ibu hamil. Mengenai persediaan obat-obatan, Ignatius mengatakan, masih mencukupi untuk satu minggu kedepan. Sedangkan jumlah pengungsi yang menderita sakit bertambah menjadi 32 orang dan masih menjalani perawatan di RS. TC. Hillers Maumere.

Jem's de Fortuna - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Pencarian Korban Dihentikan
Bukit Menoreh Longsor, 13 Orang Tewas
Bantuan Gempa Belum Dicairkan
Jepang Kirim Tim Medis ke Iran
Angin Lesus Robohkan Rumah Warga Wonogiri

 
Berita nusatenggara Lainnya

Golkar Unggul Sementara di Delapan Kabupaten di NTT
(Kamis, 22/04/2004 | 14:29 WIB)
Kantor Bupati Sumbawa Terbakar
(Minggu, 18/04/2004 | 13:24 WIB)
Kota Mataram Diguncang Gempa
(Sabtu, 17/04/2004 | 11:12 WIB)
Golkar NTB Tetap Dukung Jusuf Kalla Jadi Capres
(Jum'at, 16/04/2004 | 16:02 WIB)
Batas RI dan Timor Leste Belum Disepakati
(Jum'at, 16/04/2004 | 15:35 WIB)
Korban Manggarai Praperadilankan Mantan Kapolres
(Rabu, 14/04/2004 | 16:07 WIB)
KPU NTB: Batas Akhir Pemilu Susulan, Besok
(Kamis, 08/04/2004 | 14:54 WIB)
27 TPS di Nusa Tenggara Timur Gelar Pemilu Susulan
(Selasa, 06/04/2004 | 15:25 WIB)
Pemilu di Kota Kupang Bermasalah
(Senin, 05/04/2004 | 12:25 WIB)
Gula Kasar Ditahan di Pulau Lembar, Mataram
(Minggu, 04/04/2004 | 21:30 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data