|
Nusa Tenggara Barat
Dua Kader PDIP Dipecat Karena Tidak Pilih Bupati Golkar
21 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Mataram: Dua anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dipecat dari keanggotaan partai karena tidak memilih Ketua Dewan Perwakilan Daerah Golkar Lombok Barat Lalu Koeshardi Anggrat sebagai bupati Lombok Barat, 13 Desember 2003. Dua anggota PDIP itu adalah Raden Nuna Abriadi dan Sardian.
Nuna yang sekretaris PDI-P Lombok Barat dan Ketua Fraksi PDI-P di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Lombok Barat bersama Sardian menyatakan kekecewaan mereka terhadap pemecatan itu. Nuna, 32 tahun, yang sejak SMU menjadi simpatisan dan 10 tahun terakhir sebagai kader PDI-P, mengatakan hak asasinya sebagai manusia betul-betul dihilangkan. "Pemecatan ini sangat kejam. Kok sepertinya tahanan politik G30S saja," ujarnya kepada Tempo News Room, Rabu (22/1).
Menurutnya, pemecatan tersebut sebagai pembunuhan karakter mengorbankan kader untuk kepentingan perorangan bukan demi partai. "Apa yang didapat partai dengan mengajukan orang Golkar," tanyanya.
Apalagi menurutnya, dukungan terhadap pasangan pejabat bupati lama, Iskandar dan Izul, tinggi, yaitu datang dari 13 kecamatan di Lombok Barat. "Ini yang tidak digubris," kata Nuna.
Seperti diketahui, dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat, pasangan Lalu Kushardi-Isror Idris (Partai Bulan Bintang-anggota DPRD Lobar) hanya mendapat 15 suara dari 45 suara anggota DPRD. Sedangkan pejabat bupati lama Iskandar yang berpasangan dengan Izul Islam (PPP-anggota DPR RI) meraih 24 suara. Pasangan lainnya Zaini Arony-Abdul Kasim dapat tujuh suara dan Muchlis Ibrahim-Dianul Hayesi (anggota DPRD Lobar) meraih satu suara dari dirinya sendiri.
Ketika dikonfirmasi, Ketua DPC PDI-P Lombok Barat Lalu Sumekar menolak tuduhan telah membunuh kadernya sendiri. Sebab, sudah ada surat pernyataan yang ditanda tangani tujuh orang anggota Fraksi PDI-P yang menyatakan siap dipecat bila tidak mengikuti garis partai. ??Kader itu yang membunuh dirinya sendiri," katanya, sewaktu dikonfirmasi.
Ia juga menyangkal ada 13 anak cabang PDI-P yang mendukung pencalonan pasangan pejabat lama Bupati Lombok Barat Iskandar dengan calon wakilnya Izul Islam (anggota DPR RI).
Supriyantho Khafid - Tempo News Room
|