|
Nusa Tenggara Barat
BPOM Mataram Sita Daging Sapi Asal Amerika
12 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Mataram: Menyusul disitanya 326 kilogram daging sapi asal Amerika Serikat yang disuplai ke sejumlah karyawan di PT. Newmont Nusa Tenggara (PT NNT), Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) Mataram terus memantau daging sapi impor asal AS yang beredar di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Penyitaan dilakukan BPOM Mataram terhadap PT Sulanda Jaya (SJ) -distributor daging impor AS yang membuka cabang di Mataram. Bahkan, BPOM Mataram juga membuat surat pernyataan kepada PT SJ, untuk tidak mengedarkan lagi daging sapi itu. Penyitaan daging sapi impor AS, itu merupakan instruksi langsung BPOM Pusat untuk mengantisipasi menularnya penyakit sapi gila (mad cow) atau disebut bovine spongiform enchepalopathy (BSE). Hingga kini, daging-daging sapi sitaan itu masih disimpan pihak BPOM Mataram di ruang pendingin dan menunggu keputusan dari Jakarta.
Untuk menunjang operasi daging sapi asal AS, BPOM Mataram berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian NTB berikut Dinas Peternakan NTB. "Daging sapi itu dikirim pada bulan November 2003. Sementara, sesuai arahan BPOM Pusat dan Menteri Pertanian, daging yang dikirim di bawah 26 Desember, masuk kategori diawasi. Artinya kita tidak bisa menjamin kualitasnya," kata Kepala BPOM Mataram, Dra. Sri
Utami Ekaningtyas, di Mataram, Senin (12/1).
Menurut Sri Utami, produk daging sapi asal AS yang beredar di NTB, hanya dikonsumsi kalangan terbatas, yaitu para karyawan PT. NNT yang sebagian berasal dari AS. Pihaknya juga telah melakukan sweeping ke sejumlah supermarket dan toko-toko yang menyediakan daging sapi asal AS, seperti di kota Mataram, Sumbawa, Bima dan di Kecamatan Jereweh -tepatnya areal perkampungan tambang PT. NNT. Daging sapi impor AS yang ada di Mataram tergolong mahal, bisa mencapai Rp. 240 ribu per kilogram, dibandingkan daging sapi lokal yang berharga Rp. 30 ribu per kiloogramnya.
Sujatmiko - Tempo News Room
|