|
Nusa
Kapal Dihantam Ombak di Selat Lombok, Tiga Tewas
10 September 2003
TEMPO Interaktif, Mataram:Musibah kapal tenggelam terulang kembali di Selat Lombok. Setelah KMP Wimala Dharma tenggelam 7 September lalu, kini giliran kapal Sentosa Bahari, Rabu (10/9) dini hari. Akibat kejadian itu, tiga orang tewas dari total delapan penumpang.
Tiga korban masing-masing Yulius, 30 tahun, anak buah kapal (ABK) dan Imam, 18 tahun, yang beralamat di Bali, dan Samjaya,16 tahun, siswa SMK Kelautan, Negara. Lima orang orang selamat, yaitu; Afner Gultom, 40 tahun, nakhoda kapal; Juni, 40 tahun, kepala kamar mesin; Said, 30 tahun, ABK asal Bali; Yanto, 28 tahun, ABK, asal Bali;, dan Rosadi,16, siswa SMK Kelautan asal Tuban, Jawa Timur.
Kapal ini digunakan untuk praktik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kelautan Negara, Bali. Kapal fiber glass dengan panjang 12 meter itu, terbalik dihantam ombak di Selat Lombok, tepatnya di Teluk Mekaki-sekitar 1,5 mil dari pelabuhan kecil Mekaki, Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.
Menurut Santoso, Kepala Seksi Tramtib, Kecamatan Sekotong, kapal mini ini berangkat dari Pelabuhan Benoa, Bali, Selasa pagi, menuju perairan Lembar dan Sekotong. Selasa malam, mereka sampai di Teluk Mekaki. Saat kapal sampai di teluk yang terletak di ujung barat Pulau Lombok ini, ombaknya sekitar 3 meter lebih. Mereka berencana melanjutkan perjalanan ke perairan di Lembar, yang ombaknya relatif kecil. Ombak besar
membuat perjalanan mereka terganggu. Apalagi, mesin motor kapal tersebut sempat mati. Akhirnya diputuskan
melakukan lego jangkar di Teluk Mekaki, Rabu dini hari.
Rabu sekitar pukul 01.30 Wita, kapal dihantam ombak besar hingga terbalik. Akibatnya, penumpang terpental, tiga orang tewas seketika dan lima orang berhasil menyelamatkan diri. Penumpang yang selamat berhasil mengambang di kapal hingga Rabu pagi. Sekitar pukul 12.30 Wita, mereka diselamatkan oleh nelayan yang berada di sekitar Teluk Mekaki. Sementara, korban yang meninggal hingga kini masih dalam pencarian.
Sujatmiko - Tempo News Room
|