|
Nusa
Tak Jelas, Dana Penginapan Anggota DPRD NTB Saat Suksesi
15 Juli 2003
TEMPO Interaktif, Mataram: Dengan alasan keamanan, ke-55 anggota DPRD Nusa Tenggara Barat meminta menginap di Hotel Lombok Raya, sebuah hotel berbintang di Mataram. Pelaksanaannya sejak dua hari sebelum hari ‘H’ pemilihan gubernur, hingga dua hari setelah proses suksesi usai pada Senin, 21 Juli mendatang.
Namun tentang anggaran yang mereka usulkan untuk itu, pihak DPRD sendiri seolah enggan menyebutkan. Tidak jelas, apakah dan itu diambil dari APBD, atau pos-pos lain.
Permintaan untuk check-inn di hotel selama suksesi itu dibenarkan Wakil Ketua DPRD NTB, Abdurrachim. Menurutnya, permintaan itu merupakan keputusan bulat anggota Dewan. “Demi keamanan kita juga,” katanya seolah mencari pembenaran.
Namun, Abdurrachim mengelak untuk menjelaskan dari mana sumber dana untuk biaya semua itu akan diambil. “Yang jelas, usulan menginap itu sudah pasti,” katanya tanpa memperjelas persoalan. Demikian juga dengan Ketua Fraksi Al-Islami Lalu Putrajab. Sebagaimana Abdurrachim, ia menolak merinci asal dana tersebut. “Pokoknya, ada,” katanya.
Usulan tidur di hotel mewah itu tentu mengusik keprihatinan para aktivis LSM di Nusa Tenggara Barat. Selain urusan urgensi, mereka mempertanyakan dari mana dna tersebut diperoleh. Bagi ketua Somasi, sebuah LSM terkemuka di NTB, Syahrul Mustofa, hal tersebut hanya menghambur-hamburkan uang semata. “Untuk pengamanan, minta saja polisi mengawal,” katanya.
Syahrul juga mencurigai asal dana tersebut, apalagi hal tersebut berkaitan erat dengan suksesi kepemimpinan di provinsi tersebut. Karena itu, Syahrul lebih cenderung agar rencana tersebut dibatalkan, karean mengundang kecurigaan adanya kolusi dalam perhelatan akbar tersebut. “Daripada malah menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.
(sujatmiko/TNR)
|