|
Nusa
Wabah Diare di Pulau Sabu Tewaskan 30 Orang
18 Pebruari 2003
TEMPO Interaktif, Kupang:Sedikitnya 30 orang tewas akibat wabah diare yang melanda Pulau Sabu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, dalam sebulan terkahir. Sejauh ini tercatat sedikitnya 856 orang penduduk harus menjalani perawatan karena terserang diare.
Pulau Sabu yang terdiri dari empat kecamatan itu berjarak sekitar 200 mil dari Kota Kupang. Penyakit diare menyerang wilayah ini sejak awal 2003 ini. Sebagian besar penderita adalah warga tiga desa di Kecamatan Sabu Barat, yakni Raemude, Depe, dan Raenalulu.
Lasarus Gie, seorang aktivis Forum Kesiapan Penanganan Bencana (FKPB), dalam laporannya menyebutkan korban meninggal rata-rarta setelah 12 jam diserang karena dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Dia menjelaskan, wabah diare tersebut mulai mewabah pada awal Januari lalu dengan daerah yang terkena pertama adalah Desa Mebba, Ibukota Kecamatan Sabu Barat. Serangan awal ini tidak sampai menelan korban, namun terus menjalar ke daerah lain.
Kepala Puskesmas Sabu Barat, Hyasinta Lebao, siang tadi mengatakan wabah diare ini lebih disebabkan oleh pola hidup warga yang tidak sehat. Warga Pulau Sabu biasa mengkonsumsi air mentah, tidak memiliki jamban sehingga membuang air besar pada sembarang tempat, dan tidak mencuci tangan sebelum makan.
Keadaan tersebut diperparah oleh kurangnya persedian air akibat kemarau panjang tahun lalu. Walaupun hujan telah turun di Pulau Sabu sejak awal Januari lalu, menurut Hyasinta, tidak menjamin persediaan air bersih tercukupi. Sumur-sumur yang ada banyak kering, jika pun ada air hanya sedikit dan keruh. "Kondisi air seperti itulah yang dikonsumsi masyarakat."
Karena itu, Hyasinta mengimbau masyarakat untuk mengindahkan pola hidup sehat. Bila ada korban meninggal akibat diare, ia minta segera dikuburkan agar penularannya tidak meluas.
Sebagai langkah antisipasi, kata dia, pemerintah daerah telah membentuk tim kesehatan bersama Musyawarag Pimpinan Kecamatan yang diketuai Camat Sabu Barat, Chris Patmawan. Pemerintah setempat juga mendirikan posko penanggulangan wabah diare di tiga desa yang banyak diserang. (Jeffriantho-Tempo News Room)
|