|
Warga Morela Diminta Serahkan Senjata
Selasa, 08 Juli 2008 | 12:27 WIB
TEMPO Interaktif, Ambon:Pasca bentrokan antara warga Desa Mamala dan Desa Morela 29 Juni lalu, Kapolda Maluku Brigadir Jenderal Mudji Waluyo meminta warga Morela yang belum sempat menyerahkan senjata apinya, agar segera menyerahkan ke polisi. Dalam waktu dekat Polda Maluku akan melakukan razia di dua desa tersebut.
"Jika saat sweeping masih ditemukan senjata berada di tangan masyarakat, maka akan diberikan sanksi hukum terkait Undang-Undang Darurat," kata Kapolda hari ini (8/7).
Sebelumnya, Warga Desa Mamala, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, menyerahkan 14 pucuk senjata api laras panjang rakitan serta 70 butir peluru berbagai jenis ke Kepolisian Daerah Maluku. Senjata dan peluru itu diserahkan langsung ke Kapolda Maluku Ahad malam (6/7).
Belasan pucuk senjata rakitan dan puluhan butir peluru yang diserahkan warga Mamala itu terdiri dari delapan butir peluru MK3, tiga butir peluru jenis SKS, tiga butir AK 47, 14 butir peluru karaben, dan 42 butir peluru jenis SS1 serta satu buah bom rakitan dengan daya ledak diperkirakan mencapai 1 kilometer.
Menurut Kapolda, pasca bentrokan antarwarga tersebut, Polda Maluku membentuk tim Da'i Kamtibmas yang beranggotakan para perwira di Polda Maluku untuk melakukan pendekatan secara keagamaan kepada tokoh agama dan pemuka masyarakat di desa tersebut.
Mochtar Touwe
INDEKS BERITA LAINNYA :
|