Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Maluku

Pangdam Pattimura Ancam Tembak Pengacau Pemilu
19 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Ambon: Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Syarifudin Summah mengancam akan melakukan tembak di tempat bagi siapa saja yang ingin mengacaukan pelaksanaan pemilu di Provinsi Maluku. Tindakan tegas tersebut akan dilakukan apabila situasi Maluku kacau dan terjadi alih komando pengendalian (kodal) dari Polri ke TNI.

Demikian ditegaskan Pangdam Mayjen TNI Syarifudin Summah kepada wartawan usai pertemuan antara jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah Maluku dengan Muspida Kabupaten Buru, serta pimpinan partai politik peserta pemilu di Namlea, Ibukota Kabupaten Buru, Kamis (19/2). "Bila terjadi kekacauan saat Pemilu, maka alih Kodal akan dilakukan dari Polri kepada TNI. Dan dalam kondisi seperti itu, TNI akan melakukan tembak di tempat," kata mantan Kepala Staf Kodam Pattimura itu.

Pertemuan itu merupakan bagian dari serangkaian kunjungan kerja Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, Pangdam, Kapolda, KPU dan Panwalu Maluku, ke kabupaten yang ada di daerah ini. Kunjungan ini untuk melihat langsung kesiapan pelaksanaan pemilu di kabupaten-kabupaten dalam wilayah Provinsi Maluku.

Menurut Syarifudn, pengamanan pemilu merupakan tanggung jawab Polri. Sedangkan TNI hanya membantu. Pengamanan pemilu nantinya akan dilakukan Hansip dan Polri. Bila terjadi kekacauan, Polri akan menurunkan Brimob dan Pasukan anti Huru Hara Polri. Namun, bila terjadi bentrokan massa, pengrusakan dan pembakaran serta situasi tidak dapat dikendalikan, Polri akan melakukan alih Kodal kepada TNI.

Pangdam menjelaskan, dalam situasi sepeti itu, TNI tidak lagi menggunakan PHH dan peluru hampa. TNI akan menggunakan peluru tajam dan menembak di tempat para pengacau. Untuk mem-back-up hal tersebut, tiga batalion pasukan TNI yang ada di Kodam Pattimura akan dikerahkan untuk pengamanan alih Kodal.

Wakil Kepala Polda Maluku Kombes Pol. Bambang Suedi mengatakan, Polri akan meningkatkan pengamanan di TPS-TPS yang diangap rawan. Untuk pengamanan ini, Polda Maluku akan mengerahkan sekitar 3.000 personel, ditambah unsur Hansip.

Bambang juga mengatakan, dalam distribusi logistik pemilu, Polda Maluku mendapat bantuan speedboat dari Mabes Polri. "Polri juga diminta untuk menarik semua hasil-hasil pemilu dari daerah-daerah yang sulit transportasinya," kata Bambang.

Mochtar Touwe - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Panwaslu Aceh Laporkan 63 Caleg ke Polisi
Pencetakan Surat Suara Mundur
KPU Tidak Khawatir Masuknya Intel Asing Sebagai Pemantau
Penyandang Cacat Protes Fasilitas Pemilu
Amin Rais: Muhammadiyah Hanya Memberikan Kualifikasi

 
Berita maluku Lainnya

Lebih dari 2.000 Warga Ambon Mengungsi
(Rabu, 28/04/2004 | 12:10 WIB)
Suasana Kerusuhan Masih Tergambar di Ambon
(Selasa, 27/04/2004 | 20:12 WIB)
Anggota Brimob Jadi Sasaran Penembak Gelap
(Selasa, 27/04/2004 | 10:53 WIB)
11 Meninggal dan 58 Lainnya Luka Dalam Kerusuhan Ambon
(Minggu, 25/04/2004 | 18:10 WIB)
Ambon Semakin Memanas, Enam Tewas
(Minggu, 25/04/2004 | 15:29 WIB)
Ambon Rusuh Lagi
(Minggu, 25/04/2004 | 14:30 WIB)
Pangdam Pattimura Ancam Tembak Pengacau Pemilu
(Kamis, 19/02/2004 | 13:22 WIB)
Panglima Perang RMS Divonis 15 Tahun penjara
(Selasa, 13/01/2004 | 10:17 WIB)
Tiga Penjabat Bupati di Maluku Dilantik
(Senin, 12/01/2004 | 12:46 WIB)
Universitas Khairun Menjadi Perguruan Tinggi Negeri
(Kamis, 08/01/2004 | 20:53 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data