|
Polisi Tahan Enam Orang di Halmahera Barat
08 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Satu orang tewas dan enam warga ditahan Polres Maluku dalam bentrok antara petugas dan massa di Gunung Taguraci, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Demikian disampaikan Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Polisi Sunarko D.A., di Jakarta, Kamis (8/1).
Bentrokan ini terjadi di lokasi tempat eksplorasi emas yang dikelola oleh PT Nusa Halmahera Mineral, perusahaan milik asing dari Australia, Rabu (7/1) sekitar pukul 04.00 WIT. Ini terkait dengan aksi masyarakat adat Kao di lahan milik perusahaan.
Awalnya, kata Sunarko, massa sebanyak 300 dari masyarakat Kao dan Malifut berkumpul, Selasa (6/1), sekitar pukul 20.00 WIT. Massa bergerak menuju hutan dan bersembunyi di sana. "Rabu pukul 04.00 WIT mereka kemudian bergerak menuju lokasi di gunung Taguci itu," kata Sunarko.
Aparat polisi yang terdiri dari 2 satuan setingkat kompi Brimob telah mengantisipasi kondisi ini sejak Selasa (6/1). Pada saat massa di lokasi, polisi sempat melakukan negosiasi. "Namun tidak dipedulikan massa," kata Sunarko. Massa yang membawa senjata tajam seperti tombak, panah, linggis dan badik ini semakin beringas. Polisi pun, kata Sunarko, melakukan tembakan peringatan.
Menurut Sunarko, saat polisi melakukan tembakan peringatan kedua, pelurunya mengenai seseorang yang belum diketahui namanya hingga tewas. Saat ini provost tengah meneliti penembakan tersebut. Selain itu, ada enam orang ditangkap polisi dalam kasus ini, yaitu Asrul H. Saibun, Fachry Yamin, Reynold Simanjuntak, Pordinatus Sangadi, Salmon Batek dan Jafar Idris.
Dia menambahkan, pengerahan polisi tersebut untuk menjaga proyek vital yang telah memperoleh izin dari pemerintah pusat setelah mendapat rekomendasi dari pemerintah daerah. Pengamanan ini, kata Sunarko, juga untuk menjaga image di mata investor asing.
Sita Planasari - Tempo News Room
|