|
Peredaran Narkoba Rambah Pedalaman Kalimantan Tengah
Selasa, 15 Juli 2008 | 14:52 WIB
TEMPO Interaktif, Palangkaraya:Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah menyatakan peredaran narkoba di wilayah itu kini tidak lagi terfokus di wilayah perkotaan tapi sudah merambah hingga daerah pedalaman.
"Kalteng merupakan daerah peredaran narkoba dengan banyak bandar kecil sehingga mudah meluas dan merambah daerah-daerah pedalaman," kata Direktur Narkoba Polda Kalteng Ajun Komisaris Besar Sadono Budi Nugroho, di Palangkaraya, Selasa (15/7).
Menurut Budi, penyalahgunaan narkoba kini makin marak di daerah pedalaman dengan banyaknya pekerja pertambangan dan pekebunan yang menjadi sasaran empuk para bandar narkoba.
Para pekerja yang berlokasi jauh di tengah hutan itu rata-rata mudah dibujuk mengkonsumsi narkoba dengan tujuan menambah stamina dan memberi tambahan motivasi kerja. "Padahal, narkoba itu perlahan mulai menggerogoti syaraf, jantung, hati, dan berbagai organ lain dalam tubuh," jelasnya.
Daerah pedalaman yang telah dirambah barang haram itu, di antaranya pedalaman Kabupaten Murung Raya, wilayah Tewah, Kabupaten Gunung Mas, wilayah Tumbang Samba, Kabupaten Katingan, hingga Kabupaten Lamandau dan Sukamara di ujung Barat Kalteng.
Sepanjang tahun ini Polda Kalteng telah mengungkap sebanyak 144 kasus penyalahgunaan narkoba dengan jumlah tersangka 186 orang berikut barang bukti shabu-shabu 78,9 gram, ekstasi 13,75 butir, obat terlarang 30.243 butir, dan miras 3.594 botol.
Lonjakan kasus penyalahgunaan narkoba di Kalteng cukup cepat. Data Dirnarkoba Kalteng menyebutkan, tahun 2006 tercatat sebanyak 92 kasus dengan 120 tersangka, lalu meningkat pada tahun 2007 menjadi 278 kasus dengan 376 tersangka.
Karana WW
INDEKS BERITA LAINNYA :
|