|
Empat Warga Dayak Mengamuk di Bazar PON
Selasa, 08 Juli 2008 | 21:31 WIB
TEMPO Interaktif, Samarinda:Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Samarinda, Kalimantan Timur mengamankan empat warga Dayak yang mengamuk di Bazar PON, Stadion Madya Sempaja Samarinda, Selasa (8/7). Mereka diamankan dengan tuduhan
perusakan dan membawa senjata tajam di depan umum.
"Pasti kami proses secara hukum," kata Kepala Poltabes Samarinda, Komisaris Besar Polisi Nasib Simbolon.
Kejadiannya sekitar pukul 14.30 Wita, seorang dengan atribut suku Dayak, lengkap dengan mandau (parang khas Dayak) dan tiga orang lainnya mengenakan jaket organisasi Etnis Dayak mengamuk di Bazar PON. Sejumlah spanduk dan baliho yang dijumpainya di rusak dengan menarik hingga robek.
Untuk baliho, tepatnya di depan Gelanggang Serbaguna,
Kompleks Stadion Madya, dirobek dengan menebaskan mandau hingga baliho robek. Mengetahui kejadian itu, polisi langsung bergerak mengamankan mereka yang telah membuat ulah ini.
Kepada polisi, Vendy Meru menantang untuk ditangkap. Kepada Waka Poltabes Samarinda Ajun Komisaris Besar
Hadi Purnomo, di tempat kejadian perkara, Vendy mengatakan dia merasa logo PON ini telah melecehkan orang Dayak.
"Ini sudah pelecehan Adat Dayak. Masak, cawat adat Dayak dipakai orang utan," jelasnya dengan nada tinggi.
Eka, seorang pelayan rumah makan Mie Baso Priangan, mengaku sempat panik dengan ulah keempat orang ini. Dengan menghunuskan Mandau, salah seorang di antaranya mengayunkan ke baliho. "Panjang mandaunya," ujarnya.
Akibat ulahnya ini, Vendy Meru bersama ketiga rekannya digiring ke markas poltabes. Sempat ada perlawanan saat Vendy akan ditangkap. Dia hendak mencabut mandaunya.
Namun, polisi yang telah mengerumuninya langsung
menangkap tangannya dan merampas mandau yang terpasang di pinggangnya. Saat ini Vendy menjalani pemeriksaan polisi bersama ketiga rekannya.
Polisi juga menyita tiga bilah mandau dan 36 spanduk yang telah dirusak sebagai barang bukti. Firman Hidayat
INDEKS BERITA LAINNYA :
|