|
Minyak Goreng Bersubsidi Baru Tersalur 20 Persen
Jum'at, 09 Mei 2008 | 10:04 WIB
TEMPO Interaktif, Palangkaraya:Penyaluran minyak goreng bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan miskin di Kalimantan Tengah menemui kendala ketiadaan biaya operasi untuk menjangkau daerah pedalaman dan menunggu selesainya pemilihan kepala daerah di delapan kabupaten pemekaran. Akibatnya, dari jatah bulan April 400 ribu liter, baru tersalurkan sekitar 20 persen atau 82.400 liter.
Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalimantan Tengah, Darius, mengatakan tidak adanya biaya operasional dari pemerintah pusat merupakan permasalahan yang cukup serius bagi pihak kabupaten dan kota dalam penyaluran, meskipun hingga sekarang masih berlangsung penyaluran minyak goreng bersubsidi tersebut.
"Kendala lain di lapangan yakni dengan adanya pemilihan kepala daerah (Pilkada) di sejumlah kabupaten pemekaran, petugas di daerah cenderung takut menyalurkan karena dikhawatirkan ikut dijadikan ajang kampanye politik," ujar Darius di Palangkaraya hari ini.
Delapan kabupaten pemekaran di Kalimantan Tengah yang melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak kemarin, yakni Murung Raya, Gunung Mas, Sukamara, Barito Timur, Lamandau, dan Seruyan, Pulang Pisau dan Katingan.
Untuk itu, papar Darius, penyaluran minyak goreng subsidi di kabupaten yang melaksanakan pilkada baru dimulai seiring habisnya masa kampanye.
Dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalimantan Tengah, kabupaten dan kota yang telah menyalurkan mintak goreng bersubsidi untuk periode bulan April 2008 hanya Kota Palangkaraya sebanyak 40 ribu liter dan dan Kabupaten Katingan 25 ribu liter.
Sentara daerah yang masih menyalurkan dan belum tuntas, seperti Kapuas, baru tersalur 13 ribu liter di tiga kecamatan dari total alokasi 65 ribu liter, Kabupaten Kotawaringin Barat tersalur 2.400 liter dari alokasi 30 ribu liter dan Kabupaten Barito Selatan tersalur 2.000 liter dari alokasi 22 ribu liter.
Terkait rencana penyaluran tahap kedua, yaitu periode bulan Mei, menurut Darius belum dipersiapkan karena anggarannya juga belum dikucurkan pemerintah.
Harga jual minyak goreng bersubsidi sendiri bervariasi di daerah. Di Palangkaraya, minyak goreng bersubsidi dijual seharga Rp 18.500 per dua liter untuk satu kepala keluarga, sedangkan di pedalaman bisa mencapai Rp 27 ribu untuk ukuran serupa.
Biaya angkut yang mahal dan tidak ada adanya biaya operasional dari pemerintah, kecuali subsidi harga sebesar Rp 2.500 per liter, menyebabkan harga jual minyak goreng di pedalaman tetap lebih mahal.
Karana WW
INDEKS BERITA LAINNYA :
|