|
Pilkadal Kutai Kartanegara Sukses, Syaukani Menang
Kamis, 02 Juni 2005 | 04:04 WIB
TEMPO Interaktif, Tenggarong:Pemilihan kepala daerah secara langsung (Pilkadal) pertama di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, diikuti oleh 73,4 persen dari 375.281 pemilih yang terdaftar. "Tingkat partisipasi masyarakat ini cukup tinggi,"kata Koordinator Forum Himpunan Kelompok Kerja 30 (POKJA 30) Kahar Al Bahri. Lembaga ini didukung National Democratic Institute (NDI) melaksanakan hitung cepat,
Angka tersebut ternyata lebih rendah dari prediksi awal Menteri Dalam Negeri M Ma'ruf, 80 persen. Dari ketiga pasangan calon, Sofyan Alex-M Irkham (PAN/PKS), Tajuddin Noor-Abdul Jebar (Partai Patriot/PPP/Partai Merdeka) dan Syaukani-Samsuri Aspar (Partai Golkar), hitung cepat NDI menunjukkan 60,92 persen suara masuk ke pasangan nomor tiga, nomor satu mendapat 33,14 persen, dan 5,94 persen untuk pasangan nomor dua. Menurut Kahar, hitung cepat itu memiliki tingkat validasi 95,5 persen dan kesalahan margin 2 persen. "Sebagai pembanding dengan hasil penghitungan suara KPUD,"kata Kahar.
Menurut Ketua Panitia Pengawas, Suroto, adanya penambahan 21 orang di TPS 24, Desa Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa. "Semua di luar Daftar Pemilih Tetap,"katanya. Pihak Panwas telah membatalkan hasil pencoblosan di TPS tersebut, dan akan mengulang pencoblosan di TPS 24. "Dijadwalkan hari Sabtu besok,"ujarnya.
Tentang pengerahan massa, Suroto mengaku mendapat beberapa laporan. Namun ketika dicek di lapangan, Panwas tidak menemukan bukti. "Mungkin strategi tim sukses untuk menjelekkan lawannya,"katanya.
Warga Kelurahan Baru Kecamatan Tenggarong, Muhammad Usman, berpendapat Pilkadal berlangsung biasa saja. "TPS buka jam 8 dan tutup jam 1 siang,"katanya. Harusnya, TPS dibuka sejak pukul 7 pagi.
Warga Kutai Kartanegara lain, Vinka, berpendapat jumlah pemilih Pilkada dipengaruhi pula oleh benturan jadwal dengan ujian pelajar SMU. "Di TPS 5 Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, yang hadir 161 orang," tuturnya. Di TPS yang, kata dia, dihadiri banyak pejabat itu, sebenarnya ada 231 orang yang tercantum di Daftar Pemilih Tetap.
Vinka juga tidak menemukan langsung adanya bukti politik uang. "Namun saya sempat dengar, seorang pemilih mendapat Rp 10 ribu untuk memilih calon tertentu," kata pegawai negeri sipil itu. Hal ini dibenarkan Suroto, yang mengaku mendapat satu laporan indikasi politik uang. "Akan kami sidik terus," kata Suroto.
Suroto juga menyampaikan adanya perahu kecil bermesin yang membawa hasil rekapitulasi suara dari Desa Lebak Mantan dan Lebak Cilong, Kecamatan Muara Wis, yang tenggelam. Rekapitulasi itu hendak dibawa dari Panitia Pemungutan Suara ke Panitia Pemilihan Kecamatan. "Aparat polisi dan petugas PPS juga ikut tenggelam, tapi semua selamat," kata dia.
Untungnya, semua rekapitulasi hasil pencoblosan berhasil diselamatkan. Perahu itu sendiri tenggelam ketika oleng akibat gelombang yang disebabkan kapal yang sedang melaju.
Ibnu Rusydi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|