|
Kalimantan Tengah
Akibat Banjir, Trans Kalimantan Terancam Putus
Selasa, 19 April 2005 | 00:58 WIB
TEMPO Interaktif, Palangkaraya:Setelah dua kabupaten di Kalimantan Tengah ; Barito Utara dan Selatan usai dilanda banjir selama tiga minggu, saat ini banjir akibat luapan Sungai Kahayan mengancam Jalan Trans Kalimantan, ruas jalan Palangkaraya-Banjarmasin(180 km), tepatnya di Desa Tumbang Nusa Kabupaten Pulang Pisau. Saat ini kondisi air rata dan bahkan ada yang sudah ringsek masuk ke badan jalan.
kondisi Jalan negara yang masih belum selesai
dikerjakan tersebut, berlobang dalam hampir di semua
tempat. Kerusakan terparah terjadi di Desa Henda,
Kabupaten pulang Pisau (60 KM dari palangkaraya).
Dari pantauan Tempo Selasa (19/4), para pengguna
jalan, terutama sopir, harus pandai memilih jalan yang
dianggap layak dilewati. Karena luapan air
sungai sudah menerjang sebagian badan badan jalan.,
terutama yang berada di jalan darurat samping jalan layang pertama dari arah Kota Palangkaraya, dengan ketinggian yang tidak membahayakan.
Walaupun luapan air Sungai Kahayan masih tahap
tidak menghawatirkan, namun para pengguna jalan terutama
pengemudi truk yang selama ini dilarang menggunakan jalan layang karena kapasitas jembatan darurat yang menuju ke arah jalan layang tersebut hanya sanggup untuk menahan beban maksimal 4 ton, lebih memilih alternatif jalan ini.
Menurut Ridwansyah (40 Thn) seorang sopir truk yang
mengangkut semen dari Banjarmasin ke Palangkaraya,
selama ini truk dilarang untuk melalaui jalan layang karena jembatan tidak mampu menahan beban berat.
"Tapi dengan kondisi jalan darurat air sungai
sudah sebagian besar sudah menggenangi badan jalan, kami
para pengemudi truk terpaksa menggunakan jalan layang.
Daripada kami paksakan lewat jalan darurat salah-salah
mobil kami bisa terbalik karena badan jalan lembek
tergenang air,"katanya.
Keadaan ini diperparah lagi dengan banyaknya sejumlah
sejumlah lobang mengangga lebar. Ditambah lagi banyaknya
aspal jalan yang terkelupas dan dan meninggalkan gundukkan aspal yang diduga akibat dilewati truk barang yang melebihi tonase badan jalan di sekitar Desa Henda, Kabupaten Pualang Pisau.
Rusaknya badan jalan dimanfaatkan para penduduk setempat untuk mengais rezeki dari para pemilik
kendaran. Puluhan orang nampak berjaga-jaga di dua tempat membuat semacam jembatan darurat yang terbuat dari papan kayu yang lebarnya mencapai 1 meter dan sepanjang 3 meter dan dibuat dua sisi untuk roda mobil. Jembatan ini fungsinya sebagai lalulintas kendaraan tersbut. Beberapa pria lainya sibuk disisi kiri dan kanan mobil untuk menjaga agar mobil jangan keluar
lintasan jembatan. Untuk biaya, sekali melintas jembatan buatan masyarakat, kendaraan roda empat dikutip biaya sukarela tanpa paksaan.
Menurut Satul (32 Th) seorang sopir angkutan taxi kijang
Palangkaraya- Banjarmasin (Kalsel),kondisi jalan yang rusak ini membuat jumlah penumpangnya mengalami penurunan. "Penumpang taxi saat ini cenderung menggunakan bis daripada taxi kami. Mereka biasanya bila akan ke Banjarmasin, dengan kondisi jalan yang rusak ini mending menggunakan bis daripada kijang,"katanya.
Bisa dimaklumi, karena dengan bis, genangan air tidak masuk. Karena roda bis lebih tinggi dibanding roda
mobil kijang. Jalan Negara Trans Kalimantan ruas
Palangkaraya-Banjarmasin(180 km) bukan satu satu jalan
yang rusak parah bila terjadi disaat musim hujan. Kedaan
serupa juga terjadi di ruas jalan Palangkaraya-Sampit,
Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng(224 km) dan ruas
jalan Sampit- Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin
Barat , Kalteng (446 Km).
Karana WW
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|