Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kalimantan Tengah

Hutan Lindung Di Pegunungan Muller Terancam Rusak
Rabu, 16 Maret 2005 | 16:53 WIB

TEMPO Interaktif, Palangkaraya: Sejumlah hutan lindung yang terdapat di kawasan Pegunungan Muller yang berada di Kabupaten Murung Raya (Mura), Provinsi Kalteng terancam rusak, karena ada pembukaan tambang batubara. Padahal hutan lindung di hulu Sungai Barito itu merupakan kawasan tangkapan air Pengunungan Muller yang akan diajukan sebagai World Natural Heritage.

Hal ini dikatakan Itan, dari Mitra Lingkungan Hidup
Kalteng, kepada Tempo, Rabu, (16/3) di Palangkaraya.

Hutan lindung di kawasan tersebut diantaranya Bubun, Batu Pau, Lampuyat serta yang ada di daerah perbatasan Kalteng dan Kaltim yang merupakan kawasan Cekungan Geologi Kutai Atas.

Menurutnya, semula pemerintah provinsi Kalteng mengalihkan fungsi hutan untuk perusahaan tambang batubara PT. Maruwai Coal dengan cara merevisi Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRWP) Kalteng tahun 1999 yang
kemudian menjadi Peraturan Daerah (Perda) RTRWP Nomer. 8
tahun 2003. "Ironisnya, dalam perubahan RTRWP tersebut tidak pernah melibatkan pihak pemerintah Kabupaten Mura," katanya.

Dampak yang akan ditimbulkan akibat pembukaan tambang adalah banjir di hampir seluruh kawasan Barito seperti Kabupaten Barito Utara, Barito Selatan, Mura bahkan Kaltim. Untuk itu, pihaknya akan mendesak pemerintah Kalteng, juga Pemkab Kabupaten Mura untuk menolak pertambangan di kawasan hutan lindung tersebut. "Apabila belum ada usaha konkrit yang dilakukan oleh Pemkab Mura mengenai alih fungsi hutan ini maka kami akan melakukan upaya-upaya lainnya," tegasnya.

Karana WW

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
PT. Kelian Equatorial Mining (KEM), perusahaan tambang emas Australia di Kalimantan Timur, 1991 [TEMPO/ Hidayat SG; 5D/319/91]. PT. Kelian Equatorial Mining (KEM), perusahaan tambang emas Australia di Kalimantan Timur, 1991 [TEMPO/ Hidayat SG; 5D/319/91].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Permukaan Tanah Jakarta Turun 4-10 Cm Per Tahun
PKS Akan Interpelasi Wali Kota Bandung
Pembangunan Kawasan Punclut Jalan Terus
Indeks Industri Kehutanan Terus Mengalami Penurunan
Industri Kehutanan Butuhkan Lembaga Pembiayaan
Sektor Pertambangan Makin Menurun
70.000 Hektare Hutan di Riau Terbakar Sejak 1997
Pendapatan PT Antam 2004 Rp 2,76 Trilliun
WWF: Perlu Impor Kayu untuk Rehabilitasi Aceh
Akibat Kabut Asap, Murid Sekolah di Duri, Riau Diliburkan
> selengkapnya...


Referensi

Hak-hak Masyarakat Adat dan Masalah serta Kelestarian Lingkungan Hidup di Indonesia
PP RI No. 75 Tahun 2001 Tentang Perubahan Kedua Atas PP No. 32 Tahun 1967 Tentang Pelaksanaan UU No. 11 Tahun 1967 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan
UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas
Inpres RI No. 3 Tahun 2000 Tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Pertambangan Tanpa Izin
> selengkapnya...

Website

Illegal Logging Response Center
Kepolisian Negara Republik Indonesia
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Departemen Kehutanan
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data