|
Nusa
Tarif Baru Belum Ada, Sopir Terus Mogok
Rabu, 02 Maret 2005 | 18:51 WIB
TEMPO Interaktif, Palangkaraya: Akibat belum adanya keputusan kenaikan tarif angkutan kota (angkot) oleh
Pemerintah Kota Palangkaraya dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) mengakibatkan
400 sopir angkutan kota kembali mogok. Aksi yang dilakukan sejak kemarin
berlanjut hingga hari ini, Rabu(2/3) mengakibatkan pelajar yang akan pulang sekolah dan
para pekerja terlantar karena aksi berlangsung hingga sore.
Dalam tuntutanya mereka minta kenaikan tarif yang semula untuk umum Rp. 1.300 dan pelajar
Rp. 500 agar dinaikan berkisar antara Rp. 1.700 sampai Rp. 2.000,- dan pelajar Rp. 1.000.
"Jika tarif dibawah dari yang kita ajukan jelas habis untuk setoran dan ongkos minyak.
Sementara kita juga harus memberi makan anak istri di rumah," kata Udin, sopir.
Secara terpisah Wakil Wali Kota Palangkaraya Saily Mochtar menjelaskan penetapan
tarif angkot masih belum dapat ditentukan berapa kenaikannya. "Saat kami masih berunding dengan
Organda dan pengusaha taxi di Palangkaraya mengenai hal itu. Keterlambatan penetapan tarif
untuk angkot karena banyaknya pertimbangan antara lain beberapa aspek antara lain yakni
kenaikan tarif tidak harus sama besarnya dengan kenaikan BBM sebanyak 30%. Dan kita juga
menerima masukan dari pengusaha angkutan," katanya.
Karana WW-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Nelayan tradisional Muara Angke membeli solar di pompa bensin/ SPBU 34-0134, Jakarta, 22 Mei 2001. [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/346/2001; 20010621].](/hg/photostock/2005/01/26/s_32D34602_high_thumb.jpg) |
 |
|
|
| Protes Menolak Kenaikan BBM
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|