Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Daerah Tuntut Pembagian Royalti Batu Bara 9 Persen
Senin, 17 Januari 2005 | 18:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Daerah penghasil batu bara di Kalimantan Selatan menuntut pembagian royalti batu bara sebesar 9 persen.

Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar mengatakan, selama ini dari royalti batu bara sebesar 13,5 persen, pemerintah pusat mendapat 9 persen. Sisanya, 4,5 persen masih harus dibagi-bagi lagi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, masing-masing mendapat 0,9 persen.

“Karena itu, kami minta royalti yang lebih besar dari selama ini yang didapat dari pemerintah pusat, karena pembagian selama ini tidak wajar,” kata Zairullah kepada Tempo di Banjarmasin, usai mengikuti rapat koordinasi Muspida provinsi dan kabupaten/kota.

Menurut dia, Undang-Undang tentang Nomor 11 tahun 1967 tentang Pertambangan harus diubah, karena dari pasal dalam undang-undang itu daerah penghasil batu bara hanya mendapat 0,9 persen dari 4,5 persen jatah provinsi dan kabupaten (13 kabupaten) di Kalimantan Selatan. “Kami juga menuntut pemerintah segera mengubah undang-undang itu,” katanya.

Jika pemerintah pusat merestui daerah penghasil mendapat 9 persen dari 13,5 persen, maka dengan tingkat produksi batu bara yang mencapai 20 juta ton per tahun, Kabupaten Tanah Bumbu akan menerima royalti sekitar Rp 7 triliun per tahun. Ini dihitung dengan posisi harga batu bara US$ 33 per ton. Dengan royalti saat ini sebesar 0,9 persen, Tanah Bumbu hanya menerima royalti Rp 7 miliar per tahun.

Dia berharap pemerintah pusat segera mengabulkan permintaan daerah penghasil tambang batu bara, karena dari hasil royalti itu dapat digunakan pemerintah daerah seperti untuk perbaikan jalan umum yang rusak parah. Jalan umum ini rusak parah akibat aktivitas angkutan batu bara di Kalimanta Selatan secara keseluruhan.

Untuk itu, dirinya bersama dengan bupati/kota daerah penghasil batubara, dipimpin Gubernur Kalimantan Selatan H.M. Sjachriel Darham menurut rencana hari ini (18/1) akan bertemu dengan Menteri Pertambangan dan Energi di Jakarta.

Pimpinan daerah di Kalimantan Selatan akan meminta kejelasan bagi daerah soal penataan pertambangan batu bara, berikut royalti batu bara, serta reklamasi lahan bekas pertambangan yang selalu mengundang perhatian pengamat lingkungan.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H.M. Sjachriel Darham menjelaskan, pemerintah provinsi Kalimantan Selatan sudah berusaha untuk menuntut pembagian lebih besar dari royalti batu bara, baik melalui surat maupun pertemuan langsung dengan presiden. Namun, sampai saat ini belum juga ada tanggapan.

Menurut dia, dari 13,5 persen royalti batu bara, pemerintah propinsi Kalimantan Selatan dan kabupaten hanya menerima total 4,5 persen. “Pembagian ini sangat tidak sesuai,” kata Sjachriel Darham.

Gubernur Kalimanta Selatan juga meminta, para bupati dan walikota menyampaikan tuntutan perimbangan rolyati batu bara kepada anggota DPD utusan daerah Kalimantan Selatan maupun anggota DPR yang berasal dari daerah ini. Dengan harapan, anggota DPD dan DPD itu dapat membantu memperjuangkan tuntutan masyarakat Kalimantan Selatan.

Khaidir R - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Segera Ajukan RUU Pertambangan
Pemerintah Diminta Tinjau Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Alam
Mentaben: Perlu Peraturan Reklamasi
Lima Perusahaan Tambang Raih Penghargaan Reklamasi
Pemerintah Siapkan Pintu Masuk Investasi Listrik Swasta
Kebutuhan Investasi Bidang Kelistrikan US$ 30 Miliar
Pemerintah Terus Kaji Kenaikan BBM
Mentamben: Tidak Ada Wakil Kami Yang Berangkat
Kasus Karaha Bodas Harus Dilihat Secara Proporsional
Kasus Karaha Bodas Dilaporkan Ke KPK


Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data