|
Kalimantan
Pilot Garuda Diduga Meninggal Karena Serangan Jantung
Senin, 22 November 2004 | 21:45 WIB
TEMPO Interaktif, Pontianak:Pilot Garuda Indonesia Airlines, Kapten Sri Hardono, yang meninggal dunia setelah mendaratkan pesawatnya di Bandar Udara Pontianak, Senin (22/11) pagi diduga terserang pernyakit jantung. Dugaan ini sesuai hasil pemeriksaan dr. Damianus dari Rumah Sakit Antonius Pontianak.
Saat kejadian, Kapten Sri sedang menerbangkan pesawat Boeing 737 seri 200 jurusan Pontianak-Jakarta yang membawa 103 penumpang. Penerbangan GA 501 itu berangkat dari Bandar Udara Supadio, Pontianak, pukul 08.36 WIB. Sri Hardono sempat menerbangkan pesawat selama 12 menit menuju Jakarta, tapi kemudian mengeluh sakit.
Penerbangan ini belum sampai separuh perjalanan karena Pontianak-Jakarta biasa ditempuh sekitar 70 menit. Karena itu, ia segera melaporkan kondisinya ke Bandar Udara Supadio dan memutuskan untuk kembali ke Pontianak. "Kemungkinan waktu itu mereka telah hampir pada pertengahan perjalanan, tapi karena diperkirakan jarak ke Pontianak lebih dekat, pesawat akhirnya diarahkan kembali ke Pontianak," kata Kepala Cabang Angkasa Pura II Pontianak, Syamsul Bachri, kepada wartawan.
Pesawat berhasil mendarat di Bandar Udara Supadio dengan baik. Seluruh penumpang yang tediri dari 87 orang dewasa, sembilan anak-anak, dan tujuh bayi selamat. Meskipun kondisi kesehatan Kapten Sri memburuk, kata Syamsul, penerbangan tetap dia kendalikan hingga landing di landasan Supadio. Sesampainya di ujung
landasan, mesin pesawat dimatikan. Pilot, co-pilot Aditya Adiyanto, dan seluruh penumpang terpaksa dievakuasi.
Syamsul menilai, kondisi fisik Sri Hardono saat itu cukup bagus. "Buktinya dia masih bisa mengontak ke menara dan berhasil landing dengan selamat. Dia sangat bertanggung jawab dengan penumpang."
Setelah berhasil mendarat dengan selamat, kondisi Sri Hardono makin memburuk dan kemudian meninggal. Kepala Cabang Garuda Airlines Pontianak Benny Gomar mengemukakan, Sri Hardono sempat dilarikan ke Rumah Sakit AURI. "Setelah di sana, dia tidak bernyawa lagi. Kemudian dilarikan ke rumah duka Rumah Sakit Antonius,” tutur Benny.
Keterangan yang dihimpun menyebutkan, sebelumnya Sri Hardono membawa pesawat yang sama dari Jakarta ke Pontianak. Setelah beberapa saat berada di Pontianak, pesawat dengan nomor penerbangan GA 501 itu diterbangkan kembali menuju Jakarta. Namun, nahas karena sang pilot sakit saat di udara.
Akibat kejadian itu, Bandar Udara Supadio dempat diblokir sekitar 40 menit dan beberapa penerbangan terpaksa ditunda beberapa jam. Selain Garuda, maskapai yang ditunda penerbangannya adlah DAS, Pelita, dan Kalstar. Penumpang GA 501 akhirnya diterbangkan dengan pesawat yang sama ke Jakarta oleh pilot pengganti, Kapten Yudi Fajari, dan co-pilot Aditya Adiyanto, pukul 15.00 WIB. (Harry Daya)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|