Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Riau

Kabut Asap Kembali Ganggu Penerbangan di Pekanbaru
Selasa, 07 September 2004 | 15:09 WIB

TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Akibat asap, jarak pandang di Pekanbaru, Riau, pada Hari Selasa (7/9) pagi pukul 06.00 WIB- 08.00 WIB tinggal 50 meter-100 meter.

Kepala Cabang Angkasa Pura II Pekanbaru, Sutrisno mengatakan akibat kabut asap yang melanda daerah ini, delapan penerbangan dari dan ke Pekanbaru mengalami gangguan.

"Visibility (jarak pandang) pada pukul 06.00 WIB hanya 50 meter. Jangankan pesawat, kita berjalan aja bisa tabrakan," katanya kepada wartawan Tempo, di Pekanbaru.

Sutrisno mengatakan melihat kondisi tersebut, Angkasa Pura II langsung mengontak pihak Angkasa Pura lainnya untuk menunda penerbangan ke Pekanbaru.

Penerbangan yang tertunda itu masing-masing Merpati dan Jatayu dari Medan, dengan tujuan Pekanbaru, Garuda, Batavia, Jatayu (dari Jakarta), dan Mandala, Merpati, Riau Airlines dari Pekanbaru dengan tujuan ke Jakarta, Natuna, dan Malaka, Malaysia.

"Merpati dari Medan yang harusnya sudah mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II pukul 07.30 WIB tertunda menjadi 09.44 karena penerbangan dari Medan juga ditunda," ujarnya.

Sutrisno menjelaskan penerbangan dari Pekanbaru, baru bisa dimulai pada pukul 08.30 WIB ketika jarak pandang sudah mencapai 1.000 meter (1 kilometer) - 1.500 meter. "Meski jarak pandang minimal yang aman sebenranya dua kilometer."

Jarak pandang, lanjut dia, terus membaik. Pada pukul 09.00 WIB misalnya sudah menjadi 2 kilometer, pukul 10.00 WIB (3 km), dan pukul 11.00 WIB menjadi 4 kilometer. Namun jarak pandang kembali memburuk pada pukul 12.00 WIB tinggal menjadi 2 kilometer.

"Terganggunya penerbangan akibat kabut asap merupakan yang kedua kalinya terjadi pada tahun 2004 ini. Pertama, terjadi pada 22 Juni 2004 lalu dimana jarak pandang tinggal 300 meter-400 meter yang juga menyebabkan 18 penerbangan terganggu,"katanya.

Ketua Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Riau, Khairul Zainal menolak asumsi bahwa kabut asap yang mengganggu penerbangan dari dan ke Pekanbaru itu berasal dari kebakaran hutan atau lahan di daerah ini.

"Hasil pantauan, titik api di Riau hanya dua titik yakni di Tambusai dan Kampar. Dua titik api itu tidak bisa dikatakan signifikan untuk menimbulkan jarak pandang menjadi 50-100 meter,"ujarnya.

Khairul mengatakan dua titik api itu berasal dari pembakaran lahan. "Kami sudah mengintruksikan pemadaman," katanya tanpa merinci sumber api apakah disengaja untuk membuka lahan baru atau terbakar sendiri.

Dia menduga, kabut asap yang melanda Riau ini kembali merupakan asap kiriman dari Jambi dan termasuk Kalimatan.

"Dulu tanggal 22 Juni dimana terjadi kabut asap dan juga membuat penerbangan terganggu diakui bersumber dari asap di Riau karena titik api mencapai 80 titik," tegasnya.

Dugaan kuat bahwa asap di daerah ini merupakan asap kiriman, kata Kahirul, karena kabut terjadi hanya pada pagi hari untuk kemudian menipis pada siang hari.

Evalisa Siregar - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Asap Di Jambi Makin Tebal
Jalan Negara Menuju Jember Diblokir 24 Jam
Bekas Ketua DPRD DKI Jakarta Diperiksa Polda Metro Jaya, Besok
Buruh PT Sarana Tutup Jalan, Lalu Lintas Macet Total
Langgar Peraturan Dua Angkutan Umum Dikandangkan
Mayasari Bhakti Tercatat Paling Tinggi Lakukan Pelanggaran Trayek
Kampanye Hari Tanpa Kendaraan di Bundaran HI
Garuda Memberlakukan Biaya Tambahan Bagi Perjalanan Ke Luar Negeri
Tukang Becak dan Petugas Trantib Bentrok Lagi
16 Orang Luka-luka Terjatuh dari Gerbong KRL
> selengkapnya...


Referensi

Kebakaran Hutan: Bencana Tahunan Riau
PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan

Website

Walhi


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data