Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sulawesi Selatan

Mahasiswa dengan Polisi Bentrok
Sabtu, 01 Mei 2004 | 17:34 WIB

TEMPO Interaktif, Makasar: Aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang menuntut pembebasan Abu Bakar Ba'asyir, berakhir bentrok, Sabtu (1/5). Puluhan mahasiswa terluka dalam kejadian itu. Tiga orang mahasiswa terkena peluru, yaitu satu orang dari Fakultas Hukum dan dua mahassiwa dari Fakultas Teknik.

Umumnya, mahasiswa terluka di bagian kepala. Polisi menyerbu masuk ke kampus UMI, mengejar mahasiswa hingga ke lantai III gedung Fakultas Teknik. Ratusan mahasiswa yang berada di gedung itu turun dari lantai tiga dengan kepala bocor, mengucurkan darah. Untuk menghentikan darah mengucur, sebagian mahasiswa menaburi kepala mereka dengan kopi bubuk dari kantin kampus.

Mahasiswa yang terkena tembak antara lain, Rahman (Fakultas Hukum), terkena tembak di kepalanya, Abdullah (Teknik Sipil), terkena peluru di paha kiri, dan Polo Padan (Fakultas Hukum), terkena peluru di kepala.

Sedikitnya 43 mahasiswa diangkut ke Polresta Makassar Timur dan ratusan lainnya dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sulsel. Dua dosen UMI, Amrulllah dan Ardy, keduanya dosen Teknik Mesin, juga ikut diangkut ke Polresta Makassar Timur.

Dalam penyerbuan polisi ke lantai III Fakultas Teknik, mahasiswa praktis tidak melakukan perlawanan. Menurut mahasiswa, mereka ditendang dan dipukul dengan kayu bangku kuliah. Polisi juga sempat menembak beberapa kali.

Bentrokan itu berawal ketika mahasiswa yang berunjuk rasa menyandera seorang Polisi Perintis, Briptu Sudirman, yang melintas di depan kampus UMI, Jalan Urip Sumoharjo. Di tempat itu, mahasiswa menggelar aksi solidaritas untuk Ba'asyir. Pengunjuk rasa membakar ban-ban bekas di tengah jalan.

Penyanderaan atas Sudirman dilakukan mahasiswa untuk membebaskan 26 rekannya yang ditahan polisi karena terlibat bentrok di KPU beberapa jam sebelumnya. Mahasiswa bermaksud melakukan pertukaran sandera. Namun, setelah penyanderaan polisi itu, ratusan polisi dikerahkan ke UMI untuk membebaskan rekannya. Kedatangan polisi itu memancing mahasiswa untuk melakukan perlawanan sehingga terjadi saling lempar batu dan bentrokan terbuka. Mahasiswa kemudian terdesak masuk kampus namun terus diburu polisi.

Salah seorang dosen UMI, Zakir Sabara, mengatakan, tindak polisi itu sangat keterlaluan. Polisi, menurutnya, menyerbu hingga ruang-ruang laboratorium, tempat mahasiswa kuliah praktikum. "Polisi keterlaluan. Tidak ada pembenaran buat polisi," katanya.

Kepala Polwiltabes Makassar Komisaris Besar Yose Rizal Effendi mengatakan, bentrokan tak terhindarkan saat polisi datang membebas seorang rekannya yang disandera mahasiswa. Kedatangan polisi disambut mahasiswa dengan lemparan batu. Pada saat itulah, katanya, polisi tidak terkendali sehingga terjadi bentrokan.

Irmawati - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
 
Berita Terkait

Ba'asyir Dipindah ke Mabes Polri, MMI Solo Unjuk Rasa
Ba'asyir Ditahan Empat Bulan
42 Pendukung Ba'asyir Ditangkap Polisi
Polisi Bawa Paksa Ba'asyir ke Mabes Polri
Kawasan Salemba Macet
Ngruki Kibarkan Bendera Setengah Tiang
Mabes Polri Minta Maaf
Abu Bakar Ba'asyir Ditahan di Mabes Polri
Massa Pendukung Ba'asyir Bentrok dengan Polisi
Ba'asyir Akan Ditahan di Mabes Polri
> selengkapnya...


Referensi

Teror Bom di Indonesia (Beberapa di Luar Negeri) dari Waktu ke Waktu
Jamaah Islamiyah
Abu Bakar Ba'asyir
Hambali
INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2003 TENTANG PENETAPAN PERPU 1/2002 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA TERORISME, MENJADI UNDANG-UNDANG

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [7]


Berita Terakhir

Pengibaran Bendera Bintang Kejora Tak Terkait Sentimen Agama
Pengibar Bendera Bintang Kejora Dikenai Tuduhan Makar
41 Pengibar Bendera Bintang Kejora Ditangkap
Polres Pasuruan Dirikan Posko Pengaduan Pemilu
PMI Kabupaten Malang Kahabisan Kantong Darah

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data