|
Nusa
Dishut Kalteng Aktifkan Satelit Pemantau NOAA
30 Maret 2004
TEMPO Interaktif, Palangkaraya:Memasuki awal musim kemarau Tahun 2004, Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah sejak kemarin pagi (Senin, 29/3) kembali mengaktifkan Satelit National Ocianic Atmospheric And Administration ( NOAA). NOAA merupakan alat untuk mendeteksi titik api akibat kebakaran hutan.
“Hal ini kami lakukan karena Kalteng telah memasuki musim kemarau tahun 2004. Alat ini nantinya akan memantau jumlah titik api dan keberadaanya diseluruh Kalteng,” Jelas Kepala Seksi Perlindungan Hutan/ Lahan Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah Bartheman K Njanguk ketika dikonfirmasi wartawan di Palangkaraya , Selasa (30/3)
Sementara itu sejumlah titik api kembali terlihat diantaranya di Kabupaten Seruyan dan Kapuas hilir , dan jumlahnya mencapai 11 titik. Namun satelit pemantau NOAA sejak kemarin masih belum menemukan titik api.
Dari hasil pantauan Gubernur Kalteng Asmawi Agani beberapa waktu lalu terdapat 11 titik api di sekitar Kabupaten Seruyan dan Kapuas Hilir. Namun adanya titik api di kedua Kabupaten tersebut masih merupakan pembakaran lahan/perkebunan yang sifatnya masih dikendalikan oleh pemilik lahan. “Jadi setelah dibakar mereka dipadamnya kembali,“ kata Bartheman.
Hal ini, menurutnya, terbukti pada pada hari Sabtu dan Minggu kemarin tidak terdapat titik api di Kalteng. Dikatakannya pula , daerah yang rawan terjadi kebakaran hutan di Kalteng yakni terdapat disejumlah kabupaten diantaranya di Kapuas yakni di eks Proyek Lahan Gambut Sejuta Hektar (PLG) dan Jalan Trans Kalimantan ruas Palangkaraya-Banjarmasin.
Sementara di Barito Utara dan Kotawaringin Barat juga rentan kebakaran hutan di eks areal perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang telah ditinggalkan. “Karena itu memasuki awal kemarau tahun 2004 ini, dinas kehutanan Kalteng akan segera melakukan pemantauan di daerah-daerah yang rawan timbulnya titik api,“ kata dia. Menurutnya hal tersebut bertujuan untuk mencegah semakin banyak terjadinya titik api yang selalu terjadi di Kalteng tiap tahun.
Dari pantauan di lapangan hari ini suhu udara di Kota Palangkaraya dalam satu bulan terakhir ini mencapai 35 derajat Celcius pada siang hari dan 30 derajat
Celcius pada malam hari. Namun demikian kemarin malam kota Palangkaraya sempat diguyur hujan deras, meskipun tidak mengurangi panas udara kota.
Sementara di Jalan Trans Kalimantan Ruas Palangkaraya – Sampit sepanjang 224 km, tampak dibeberapa tempat walau masih dalam skala kecil, telah terjadi pembakaran
lahan oleh masyarakat, diantaranya di KM 36 Kecamatan Tangkiling, Kota Palangkaraya.
Karana WW - TEmpo News Room
|