|
Kalimantan Tengah
70 Persen Hutan Kalteng Rusak
09 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Palangkaraya: Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Tengah memperkirakan dari sekitar 14, 8 juta hektare kawasan hutan lindung dan hutan khusus yang ada di Kalimantan Tengah, sekitar 70 persennya rusak parah (10,2 hektare). Tapi, pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalteng kurang serius menangani kerusakan hutan ini. Hal ini dikatakan Direktur Eksekutif Walhi Kalteng Nordin kepada Tempo News Room di Palangkaraya, Selasa(9/12).
Menurut Nordin, kerusakan hutan di Kalteng, termasuk hutan lindung, diakibatkan oleh kegiatan pembakaran dan penebangan hutan liar (illegal logging) yang semakin tidak terkendali. Hutan yang telah rusak tersebut semakin diperparah dengan dikonversi menjadi areal pertambangan maupun perkebunan. Ini semua dilakukan pengusaha Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dan Hutan Tanaman Industri (HTI) dengan persetujuan Pemda Kalteng dengan rekomendasi dari DPRD sebagai wakil rakyat.
Menurut pantauan Walhi, kerusakan hutan di Kalteng terjadi hampir di seluruh wilayah Kabupaten dan Kota. Tapi yang paling parah adalah di bagian selatan, yakni di Kabupaten Barito Utara, Barito Selatan, Murung Raya.
“Sepertinya Pemda Kalteng hanya memikirkan pemasukan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui lelang-lelang kecil kayu-kayu curian yang berhasil mereka tangkap. Padahal persoalan kerusakan hutan bukan persoalan sepele, namun menyangkut hidup orang banyak”, katanya.
Untuk mencegah agar kerusakan hutan tidak makin parah, Walhi Kalteng, telah memberikan masukan kepada Pemda dan DPRD Kalteng melalui usulan moratorium hutan alam dan advokasi kebijakan, ”Namun nampaknya hal ini dianggap angin lalu oleh pihak penguasa”, lanjut Nordin.
Seperti diketahui, luas Kalteng 153.564 km2, terdiri dari hutan belantara dengan luas 126.200 km2, rawa 18.115 km2, sungai danau dan genangan 4.563 km2, tanah lainya 4.686 km2. Sedangkan luas hutan lindung dan khusus 14, juta hektare. Sedangkan luas hutan produksi terbatas mencapai 9,5 juta hektare dan hutan yang dapat dikonversi mencapai luas 4,3 juta hektare.
Karana WW - Tempo News Room
|