Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kalimantan Timur

BPD Kaltim Bantah Terlibat Skandal BRI
04 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Samarinda: Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Timur mentrasfer uang senilai Rp. 100 miliar kepada Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Atrium Senen, Jakarta Pusat, (10/9). Transfer berkaitan dengan penawaran penempatan modal dalam bentuk deposito berjangka yang ditawarkan BRI Atrium Senen, (9/9).

"Transfer itu sebagai bentuk deposito berjangka antar bank," kata Aminuddin, Direktur Utama BPD Kaltim, Kamis (4/12), menanggapi pembobolan dana BRI di tiga cabang di Jakarta. Diceritakannya, (9/9), bank BPD menerima faks dari BRI cabang Atrium Senen berupa penawaran penempatan dana yang ditandatangani oleh Deden Gumilar. Saat itu juga, pihak BPD Kaltim melalui Khairul Anam -Kepala Divisi Treasure- langsung menghubungi BRI pusat, menanyakan status Deden Gumilar yang dalam surat dikatakan sebagai Kepala Cabang BRI Atrium Senen. Ternyata, pihak BRI membenarkan jabatan Deden itu. "Akhirnya transaksi berlanjut dan disetujui," kata Aminuddin.

Dalam surat penawaran, BRI menawarkan paket deposito berjangka 6 bulan dengan suku bunga deposito sebesar 9 persen per tahun. "BPD sepakat dan mentransfer dana sebesar Rp. 100 miliar dalam bentuk RTGS dengan bunga Rp. 750 juta tiap bulannya, pada (10/9)," kata Aminuddin. Sementara, dari tanda bukti pengiriman dana bernama Completion Advice tertulis, uang transfer ke BRI sudah diterima melalui rekening BRI pusat, 10 September 2003, jam penerimaan 10.10 WIB. "Jika terjadi pembelotan uang ke pihak lain, bukan urusan BPD. Tapi urusan internal BRI," katanya. Lagipula, kata Aminuddin, Bank Indonesia sebagai perbankan tertinggi di Indonesia mengawasi dan seharusnya tahu.

Rusli Ruslan - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Kejaksaan Mengejar Pihak yang Terlibat Pembobolan BRI
Bapepam: Direksi BRI Tidak Bersalah
BRI Akui Pembobolan Rp 294 Miliar
BRI Catatkan Saham Perdana di BEJ dan BES

 
Berita kalimantan Lainnya

Dishut Kalteng Aktifkan Satelit Pemantau NOAA
(Selasa, 30/03/2004 | 14:42 WIB)
Kapolri akan Sumbang Kapal untuk Dukung Pemilu di Kalteng
(Selasa, 02/03/2004 | 18:22 WIB)
Polisi Tangkap Pencuri Ribuan Detonator
(Kamis, 29/01/2004 | 17:38 WIB)
Polisi Pukuli Demonstran Antipolitisi Busuk
(Kamis, 15/01/2004 | 15:52 WIB)
Ketua DPRD Palangkaraya Jadi Tersangka Illegal Logging
(Rabu, 14/01/2004 | 16:13 WIB)
Karyawan Pabrik Plywood Demo ke Kantor Gubernur
(Senin, 12/01/2004 | 17:12 WIB)
Polisi Belum Temukan Tersangka Hilangnya Bahan Peledak
(Selasa, 06/01/2004 | 17:34 WIB)
70 Persen Hutan Kalteng Rusak
(Selasa, 09/12/2003 | 17:50 WIB)
BPD Kaltim Bantah Terlibat Skandal BRI
(Kamis, 04/12/2003 | 16:19 WIB)
HIV/AIDS di Kaltim Naik 300 Persen
(Jum'at, 14/11/2003 | 12:10 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data