|
Nusa
Hanya Tinggal 10 Persen Pedagang Pakaian Bekas yang Bertahan
09 Juni 2003
TEMPO Interaktif, Palangkaraya:Dari sekitar 100 pedagang sebelumnya, kini hanya tinggal 10 pedagang bekas yang bertahan di palangkaraya. Larangan pemerintah untuk mengimport pakaian bekas dari luar negeri, membuat mereka merugi.
Selama ini Pemko Palangkaraya telah membuat tempat yang permanen untuk mereka, dengan biaya puluhan juta rupiah. Pasar pakaian bekas yang terletak di Jalan Murjani, Palangkaraya ini dikenal masyarakat sebagai Pasar Tungging.
Indra, seorang pedagang, mengaku saat ini yang bisa dilakukannya hanya menghabiskan barang. “Namun itu pun rasanya sulit," keluhnya. Pasalnya, barangnya saat ini adalah sisa sortiran pembeli.
Menurutnya, saat masih belum ada kebijakan pemerintah yang melarang import pakaian bekas dari luar negeri, penghasilan para pedagang tergolong lumayan besar. Satu karung pakaian mereka beli antara Rp 1-1,5 juta, tergantung kualitas. "Keuntungannya sekitar Rp 500-700 ribu per kodi," kata Indra. saat itu hanya dalam dua hari barang habis.
Namun saat ini, laku lima lembar bajus eharga Rp 15 ribuan saja sehari sudah bagus.
"Kadang seharian tak satu pun pembeli datang," katanyanya lagi. Karena itu tak jarang para pedagang kedapatan hanya bermain kartu seharian.
(karana WW/TNR)
|