|
Orang Tua Siswa Protes Guru yang Pukul Murid
Minggu, 03 Agustus 2008 | 18:28 WIB
TEMPO Interaktif, BANYUWANGI:Orangtua siswa Sekolah Dasar Negeri Pakis 1, Kelurahan Pakis, Banyuwangi, memprotes Muhammad Lutfie, guru yang menampar 33 siswa kelas 5 di sekolah tersebut. Menurut mereka, perbuatan guru tersebut tidak mencerminkan sebagai pendidik."Mendidik siswa bukan dengan menampar," kata salah satu orang tua berinisial Fd, pada Tempo, (03/07).
Fd bercerita, perbuatan Muhammad Lutfie itu sebenarnya terjadi pada Selasa (29/07) lalu. Saat itu, sang guru marah karena 43 siswa kelas 5 gaduh saat ditinggal keluar. Begitu Lutfie datang lagi di kelas, ia memanggil 33 siswa yang dituduh gaduh dan langsung ditampar."Anak saya juga kena, tapi tidak ada bekas," katanya.
Menurut Fd, tamparan Lutfie cukup keras, sehingga dua siswa perempuan lain sempat menangis. Pengakuan lainnya, berasal dari Hm, orangtua siswa lainnya."Di pipi kanan anak saya saat itu sempat lebam," kata Hm.
Dua hari setelah mendapat tamparan gurunya, tidak satupun siswa berani mengadu ke orangtua. Menurut Fd, Lutfie mengancam tidak akan menaikkan kelas kalau ada siswa yang melapor ke orangtuanya. Orangtua siswa bernama Jitni, kata Fd, baru mendengar ulah Lutfie karena tidak sengaja mendengarkan anaknya bercerita ke temannya."Setelah itu pak Jitni baru mendatangi saya dan orangtua yang lain," ungkapnya.
Pada Kamis, (31/07) lalu, sepuluh orangtua sempat mendatangi sekolah, tapi tidak berhasil menemui Muhammad Lutfie. Mereka hanya menyampaikan deadline kepada Kepala SDN 1 Pakis, supaya mengeluarkan Lutfie dalam waktu 2x24 jam. Bila tidak dipenuhi, orangtua mengancam akan meneruskan masalah tersebut kepada media massa dan kepolisian."Ya karena sampai sekarang tidak ada kepastiaan, kami memilih mengungkapnya ke media," kata Fd. Tapi ia meminta supaya namanya tidak disebutkan.
Muhammad Lutfie, membantah menampar 33 siswa kelas 5 SDN 1 Pakis. Menurutnya, ia hanya menyuruh maju para siswa tersebut karena tidak mengerjakan tugas Matematika dan Bahasa Indonesia."Tidak saya tampar, tapi hanya mengelus pipi," kata Lutfie.
Menurut Lutfie, protes orangtua hanya untuk mencemarkan nama baiknya yang dikenal sebagai guru paling disiplin di sekolah itu.
Muhammad Lutfie sudah mengajar di sekolah itu sejak tahun 2002, namun baru memegang sebagai sebagai Guru kelas 5, pada tahun 2007. Lutfie masih berstatus guru sukarelawan, yang setiap bulan digaji dari sekolah.
Kepala SDN 1 Pakis, Sudi Raharjo mengatakan, tamparan Lutfie hanya pelan dan tidak sampai menimbulkan lebam pada pipi siswa. Ia memahami apa yang dilakukan anak buahnya itu hanya untuk mendisiplinkan anak didik yang sedang gaduh saat pelajaran berlangsung. Pihaknya, kata Sudi, belum memutuskan apakah akan mengeluarkan Lutfie atau tetap mempertahankannya."Kita tunggu minggu depan," Janjinya. IKA NINGTYAS
INDEKS BERITA LAINNYA :
|