|
Angkutan Berat Di Jawa Barat akan Ditertibkan
Jum'at, 25 Juli 2008 | 19:00 WIB
TEMPO Interaktif, BANDUNG:Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memastikan akan menertibkan angkutan berat yang melebihi kekuatan jalan. Bahkan, kendaraan berat yang melebihi ketentuan akan dipaksa diturunkan hingga dikenai denda. “Soalnya yang paling banyak merusak jalan adalah muatan yang berlebihan, itu yang akan kami tertibkan,” kata Heryawan di Bandung, Jumat (25/7).
Menurut Heryawan, kebijakan ini digulirkan untuk menjaga fasilitas jalan raya di Jawa Barat agar sesuai dengan umur teknis yang ditentukan. Dia beralasan, penyumbang terbesar kerusakan jalan di Jawa Barat adalah angkutan barang yang berlebihan.
Pihaknya, paparnya, akan mensosialisasikan kebijakan itu dengan para pengusaha. ”Jangan membawa barang banyak, ini efisien bagi dia dalam arti mengirit ongkos angkutan, tapi dengan bawa barang banyak membuat kerusakan jalan yang sangat parah, ini ditanggung oleh masyarakat banyak,” kata Heryawan.
Dia mencontohkan, jalanan rusak yang membentang dari Sukalarang menuju Cianjur, hingga dari Sukabumi menuj Ciawi rusak parah oleh angkutan hasil pertambangan Golongan C. Padahal, lanjutnya, kontribusi yang diberikan oleh hasil tambang itu tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan pemerintah daerah setempat untuk memperbaiki jalan raya.
Menurut Heryawan, dari semua infrastruktur yang ada, yang termahal adalah jalan raya. Dia mengilustrasikan, uang Rp 500 juta cukup untuk mengerjakan proyek rehab berat bangunan sekolah dasar, tapi uang sebesar itu hanya cukup untuk membangun setengah kilometer jalan raya.
Tidak cukup itu, pihaknya berencana merangcang aturan untuk mengatur spesifikasi kendaraan berat yang boleh melintas di Jawa Barat. Dia mencontohkan, truk dengan sumbu roda semakin banyak dapat mengurangi beban jalan. ”Kita akan atur urusan moda angkutannya, kita sayangi jalan yang mahal harganya,” kata Heryawan.
Jembatan timbang yang sudah ada, juga akan diaktifkan kembali fungsinya, selain akan ditambah jumlahnya. Fasilita jembatan timbang akan ditambah dengan gudang untuk penyimpanan barang.
Heryawan meminta Dinas Perhubungan untuk memasukkan rencana pembenahan itu dalam rencana anggaran perubahan tahun ini. Termasuk, paparnya, penambahan jembatan timbang di Sukabumi, antara Sukabumi dan Ciawi, Bogor.
Soal kemungkinan akan mendapat tentangan dari pengusaha karena akan menaikkan biaya transportasi barang, Heryawan memintanya agar pengusaha memikirkan keuntungannya dalam jangka panjang. ”Keuntungan mereka akan kurang sedikit, tapi masyarakat yang diselamatkan banyak, jalan lebih awet, pengusaha juga diharapkan mikirnya panjang,” katanya.
Ahmad Fikri
INDEKS BERITA LAINNYA :
|