Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ketokohan Soekarwo dan Gus Ipul, Pemicu Kemenangan Kar-Sa
Jum'at, 25 Juli 2008 | 18:59 WIB

TEMPO Interaktif, SURABAYA:Ketokohan Soekarwo-Syaifullah Yusuf (Karsa) diyakini sebagai pendongkrak perolehan suara dalam pilkada Jatim yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. "Partai pendukung Karsa memang kecil, tapi terdongkrak karena kedua tokoh sangat populer dan dikenal masyarakat," kata Ana Lutfi, Wakil Ketua Tim Pemenangan Karsa, yang juga wakil sekretaris DPW PAN Jawa Timur, di Surabaya, Jum’at (25/7).

Dalam pilkada Jatim, Karsa memang hanya didukung oleh PAN yang hanya memperoleh 7 kursi, Partai Demokrat 10 kursi, serta PKS 3 kursi. Jika dibandingkan dengan pasangan lainnya, yaitu yang didukung PKB, PDI-P serta Golkar, jelas calon ini sangatlah jauh perolehan kursinya.

"Jujur, mesin partai pendukung (Karsa) juga kurang maksimal kerjanya. Untungnya, Ketokohan Pak De mampu menembus basis-basis partai lawan, dan Gus Ipul mampu mencuri suara NU," tambah Lutfi.

Hasil dari pilkada Jatim sendiri, menurut Lutfi memang sangat membanggakan, apalagi setelah Gus Ipul mampu menarik setidaknya 22 persen suara dari NU Jatim. Padahal calon lainnya termasuk Khofifah yang terang-terangan telah menyumbang Rp 1 miliar terhadap NU ternyata hanya mampu mendapatkan suara dari NU sebesar 20 persen.

Karena ketokohan keduanyalah, Karsa setidaknya menang mutlak di empat kabupaten se pulau Madura. Tak hanya itu, di kawasan tapal kuda (non Madura) karsa juga menang seluruhnya kecuali di dua tempat yaitu Jember dan Probolinggo. Keberhasilan di tapal kuda ini, Menurut Lutfi juga tak lepas dari berhasilnya Karsa merangkul beberapa Kiai Karismatik tapal kuda diantaranya Kiai Hamid Idris (Pasuruan), Kiai Nawawi (Sidogiri), dan Kiai Kholil As'ad (Situbondo).

Untuk kawasan Mataraman, yang merupakan basis dari PDI-P, Golkar dan PKB, Karsa juga berhasil mempecundangi calon dari partai tersebut dan menang, seperti di Kabupaten Madiun, Jombang, Pacitan, Bojonegoro, dan Lamongan. "Lirboyo juga ke kita semua," tambah Lutfi.

Selain popularitas, raupan suara dari NU menurut Lutfi, juga disebabkan karena Karsa-lah satu-satunya calon yang memiliki visi tentang pesantren. "Calon lainya tidak ada, padahal kita jelas janjikan akan mensejajarkan pendidikan pesantren dengan pendidikan umum. Dan visi ini ternyata sangat manjur," kata Lutfi. Rohman Taufik



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk129041 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data