|
Satu Korban Ryan Positif Orang Eropa
Jum'at, 25 Juli 2008 | 12:20 WIB
TEMPO Interaktif, SURABAYA:Tim dokter yang mengotopsi empat korban pembunuhan Verry Idham Henyaksyah alias Ryan menyimpulkan bahwa satu diantara jenasah tersebut dipastikan berasal dari ras kaukasoid atau dari daratan Eropa. Namun dokter belum dapat memastikan apakah itu jenasah Grady, warga Belanda yang disebut-sebut ikut dibunuh Ryan.
Menurut Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Timur Komisaris Besar Rudy Herdisampurno, pihaknya masih kesulitan mengidentifikasi jasad itu karena sidik jarinya sudah rusak. "Yang baru dapat kita pastikan hanya asal rasnya saja ," kata Rudy di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Jumat (25/7).
Adapun terhadap tiga korban lainnya, tim dokter masih mencocokan dengan DNA milik keluarganya masing-masing. Menurut Rudy, sampai saat ini ada tiga keluarga yang telah diambil sampel darahnya untuk keperluan identifikasi, yakni orang tua Ariel Somba Sitanggang, Guruh Setyo Pramono dan Vincentius Yudi Pramono.
Namun tim dokter mengaku belum dapat memastikan apakah ketiga jenasah tersebut memang benar-benar Ariel, Guruh dan Vicentius seperti yang dinyatakan hilang oleh keluarganya. Untuk memperkuat dugaan itu tim dokter kepolisian mengharapkan keluarga korban memberikan data primer, khususnya tentang rekam medik gigi. "Sampel darah mereka masih kita cocokan di Bidang Kedokteran Mabes Polri. Butuh waktu satu sampai dua minggu untuk mengetahui hasilnya," kata Rudy.
Sebenarnya, kata Rudy, polisi juga telah menerima laporan orang hilang atas nama Agil Ardiawan asal Nganjuk. Keluarga Agil juga menduga dia termasuk korban pembunuhan Ryan. Namun untuk sementara tim dokter mencoret dari kemungkinan tersebut karena hilangnya Agil diduga sejak April 2006.
Komisaris Hery Wijatmoko, salah seorang dokter yang mengotopsi korban mengatakan bahwa berdasarkan pemeriksaan formologi tulang dipastikan keempat jenasah berjenis kelamin laki-laki. Kondisi empat jenasah juga masih utuh sehingga menepis anggapan bahwa mereka telah dimutilasi.
Hanya saja Hery belum dapat menyimpulkan penyebab tewasnya empat lelaki tersebut karena jaringan lukanya sudah tidak nampak lagi. "Yang jelas ada jejak benda tumpul di kepala salah satu jenasah," kata Hery. Kukuh S Wibowo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|