Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Empat Korban Minuman Keras Masih dirawat, Tiga lainnya Tewas
Minggu, 20 Juli 2008 | 08:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak empat korban yang mabuk akibat terlalu banyak menenggak minuman keras beralkohol, hingga Sabtu malam (19/7) masih dirawat di Rumah Sakit Panti Waluyo, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Mereka adalah Sunarto, 40 tahun, Pranoto, 35 tahun, Admojo, 40 tahun, dan Rofiq, 16 tahun. Para korban merupakan bagian dari tujuh orang yang bermabuk-mabukan dalam acara pesta minuan keras di dua lokasi berbeda di Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, pada Kamis (17/7) sore, yakni di rumah Sunarto, dan di sebuah gudang milik sebuah perusahaan rokok di desa setempat.

Tiga korban lainnya tewas secara beruntun. Riadi, 45 tahun, tewas pada Kamis malam pukul 19.30 WIB di Rumah Sakit Panti Waluyo. Teguh, 35 tahun, tewas di rumah sakit yang sama pada Jumat (18/7), pukul 21.00. Sedangkan Sutikno, 39, tewas setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Sjaiful Anwar, pada Kamis malam.

Mereka mabuk setelah meminum delapan botol minuman beralkohol merek McDonald, yang dibeli Rp 12 ribu per botol. Minuman ini dicampur dengan Coca Cola. Beberapa saat setelah menenggak minuman tersebut, mereka mengalami pusing yang amat berat, lalu pingsan.

Kepala Kepolisian Resor Malang Ajun Komisaris Besar Polisi Edy Sukaryo, belum dapat memastikan penyebab kematian para korban, apakah karena minuman, atau penyebab lain. ’’Dugaan sementara memang akibat minuman keras. Tapi untuk meastikannya, kami sedang selidiki dan menunggu hasil visum ketiga jenazah,’’ kata Edy kepada Tempo, Sabtu (19/7) malam.

Untuk memastikan penyebab kematian, pihaknya menyerahkan barang bukti sisa pada Laboratorium Forensik Cabang Surabaya di Kepolisian Daerah Jawa Timur. Pihaknya juga melibatkan Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan di Surabaya. Abdi Purmono


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk128558 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data