|
Pemilihan Gubernur Bali:
40 Napi LP Krobokan Ikut Mencoblos
Rabu, 09 Juli 2008 | 10:49 WIB
TEMPO Interaktif, Bali:Dari sekitar 800 napi dan tahanan di LP Krobokan, Denpasar ternyata hanya 40 orang saja yang dapat ikut mencoblos di Pilkada Bali. Sebagian besar karena tidak memiliki identitas Bali, sisanya karena tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) saat pendaftaran pemilih.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali AA Oka Wisnumurti menyebut, sebenarnya ada sekitar 205 orang yang memiliki KTP Bali. Tapi saat didaftar mereka belum berada di LP itu atau tidak dapat menunjukkan identitasnya. Akibatnya, sampai penetapan DPT hanya 59 orang saja yang terdaftar. ”Itu pun 19 diantaranya sudah pindah ke LP lain saat ini,” ujarnya, Rabu (9/7) di sela-sela peninjuan ke LP itu.
Ditambah dengan para karyawan LP, total jumlah pemilih di TPS khusus itu mencapai 60 orang. Salah-satu diantaranya adalah Maskur Abdul Kadir, terpidana 15 tahun dalam kasus bom Bali 1. Maskur yang sempat mendapat julukan sebagai ”local boy” aslinya memang berasal dari Buleleng, Singaraja.
Sementara dalam peninjauan yang dilakukan bersama Gubernur Bali Dewa Made Beratha itu terungkap, adanya masalah dalam penulisan rekapitulasi pemilih. Mestinya, rekapituliasi ditulis tembus enam lembar ternyata hanya tembus sampai lembar ketiga. Menurut Wisnumurti, masalah itu hanya karena petugas kurang kuat saat menulis rekap data pemilih.
Selain LP Krobokan, peninjauan juga dilakukan di RSUP Sanglah. Di tempat ini terdapat 700 pemilih dimana 500 diantarnya adalah pasien dan penunggunya. Untuk mereka itu, surat suara dan kotak suara terpaksa diedarkan oleh petugas ke masing-masing kamar. Rofiqi Hasan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|