|
Klinik HIV/AIDS untuk Napi Banceuy
Jum'at, 04 Juli 2008 | 20:34 WIB
TEMPO Interaktif, BANDUNG:Mulai pekan ini, Lembaga Pemasyarakatan Banceuy Bandung punya klinik perawatan untuk narapidana yang menderita HIV/AIDS. Klinik ini adalah hasil kerjasama dengan Universitas Padjadjaran Bandung dan IMPACT (Integrated Management for Prevention and Care Treatment of HIV AIDS).
Menurut Kepala Lembaga Pemasyarakatan Banceuy Ilham Djaya, klinik ini akan dilengkapi sedikitnya 20 tempat tidur untuk rawat inap. Dengan fasilitas ini, pasien yang kondisinya tak terlalu parah, tak perlu dirawat di luar penjara. “Jadi bisa mengurangi resiko napi yang kabur saat perawatan,” katanya.
Ilham berharap klinik ini tak hanya digunakan untuk merawat pasien HIV/AIDS di LP Banceuy. Napi lain di penjara yang ada di Jawa Barat, bisa juga dirawat di tempat ini. “Jadi tempat ini bisa jadi rujukan napi yang menjadi pasien HIV/AIDS,” katanya.
Agar klinik yang pertama di Indonesia ini benar-benar optimal, tenaga dokter yang memberi perawatan juga ditambah. “Selama ini kami sudah punya tiga dokter. Tapi nanti akan ditambah dengan dokter-dokter ahli dari Universitas Padjadjaran,” katanya.
Mereka juga akan memfokuskan pada penderita HIV/AIDS yang menderita TB. Apalagi selama ini pemeriksaan pasien TB hanya melalui dahaknya. “Kami akan melakukan cek darah pasien paling sedikit sebulan dua kali,” katanya.
Menurut Ilham, jumlah narapidana di lembaga pemasyarakatan yang dipimpinnya sudah berkurang setelah narapidana perempuan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin. “Saat ini ada 815 narapidana, semuanya korban narkoba,” katanya.
Rana Akbari Fitriawan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|