|
RS Dr. Soetomo Rawat Bayi Incomplet Conjoin Twin
Rabu, 02 Juli 2008 | 20:15 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:RSUD Dr Soetomo kembali menerima bayi kembar dampet incomplet conjoin twin ke-33 tujukan dari RSUD Prof. Dr. Inz. Johannes Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (2/7).
“Kondisi bayi induk sempurna, sedangkan pasangannya dampet di bagian perut tumbuh tidak sempurna. Tidak ditemukan kepala. Organ dalam dan anggota gerak tidak sempurna, hanya tampak ada tulang punggung,” kata dr. Simplicia Maria A. Fernandes, Sp. A.
Saat lahir pada 19 Juni lalu, berat badan bayi pertama pasangan Yenny Elik (23) dan Yosep Elik (25) bernama Yovanza Frenando, berkelamin lak-laki ini hanya 2 kilogram. Selain itu bayi sempat mengalami sesak dan mata membiru.
Dr. Agus Harianto, Sp. A mengatakan upaya pemisahan pasangan yang tidak tumbuh sempurna harus dilakukan karena bersifat parasit. “Jika dibiarkan menjadi monster dan bisa mempengaruhi pertumbuhan bayi induk, karena juga menyerap nutrisi yang diberikan,” katanya.
Hanya saja pemisahan baru bisa dilakukan setelah bayi berusia tiga bulan. "Jika tidak ditemukan kelainan peluang hidup sangat besar, seperti bayi Abad, yang saat ini hidup normal," jelas Agus, Sp.A.
Tim dokter akan melakukan pemeriksaan ecocardiografi dan citiangiografi untuk mengetahui kondisi kesehatan bayi.
Sementara itu Agus mengatakan kondisi kesehatan Nur Rohmah I dan II semakin membaik. "Sudah mampu minum susu 40-70 cc setiap kali minum, suhu badan kedua bayi normal," ujar Agus.
Saat ini rumah sakit sedang mengupayakan donatur untuk pemeriksaan sex kromosom dan 17 hidroxi progresteron. "Pemeriksaan tidak bisa dilakukan di RSUD Dr. Soetomo. Pemeriksaan sex kromosom hanya bisa dilakukan di laboratorium Eikman, Jakarta sedangkan hidoxi progresteron harus dilakukan di Singapura," kata dr. Agus Harianto.
Pemeriksaaan yang membutuhkan dana sekitar Rp 6 juta ini diperlukan untuk memastikan benar atau tidak kecurigaan kelainan congenital adrenal hyperplasia atau pembesaran klitoris karena produksi hormon laki-laki yang berlebih. Yekthi HM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|