|
Minarak Serahkan Kunci Rumah Kepada 100 Korban Lumpur Lapindo
Senin, 30 Juni 2008 | 21:04 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Malam ini, PT Minarak Lapindo Jaya menyerahkan kunci kepada 100 korban lumpur Lapindo yang tergabung dalam gerakan korban lumpur lapindo (GKLL). Penyerahan ini merupakan rangkaian dari perjanjian baru yang diteken Kamis pekan lalu. Lapindo dan warga sepakat untuk melakukan ganti rugi cash anda resatllement.
Sekretaris GKLL, Choirul Huda dalam sambutannya mengatakan, proses perjanjian baru ini butuh waktu panjang. Ia bercerita, pada 24 Juni 2007 lalu, dia diajak Emha Ainun Nadjib bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta. Pertemuan dilakukan karena sampai saat itu belum ada kejelasan tentang ganti rugi dari Lapindo.
Tak lama kemudian atau sekitar 25-27 Juni 2007 Presiden SBY mengunjungi korban dan berkantor di Surabaya untuk menyelesaikan masalah Lapindo ini. Saat itu, presiden memutuskan tanah petok D dan leter C akan mendapat ganti rugi.
Namun dalam Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2007 ternyata tanah petok D dan leter C tak bisa dijual belikan.
Warga dan Minarak, kata Huda, kemudian bernegosiasi lagi sampai kemudian tercapai kesepakatan baru ini. "Ini kemenangan kita bersama," kata Huda, Senin (30/6).
Penyerahanan kunci kepada 100 orang korban dilakukan langsung oleh Vice Presiden PT Minarak, Andi Darusalam Tabusala. Selain ribuan korban, penyerahan itu juga disaksikan oleh Emha Ainun Nadjib, Wakil Bupati Sidoarjo, Saiful Illah. Penyerahan langsung dilakukan di dalam kompleks Perumaham Kahuripan Nirwana Village.
Dalam sambutannya, Andi menyampaikan terima kasihnya kepada para korban. Ia juga sempat menyampaikan pesan Ibunda Aburizal Bakrie. "Janganlah kau sia-siakan korban lumpur. Kau harus berikan ganti rugi," kata Andi mengutip pesan Ibunda Aburizal Bakrie, sambil sesunggukan. rohman taufiq
INDEKS BERITA LAINNYA :
|