Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Asosiasi Tekstil Tuntut PLN Rp 10 Miliar
Jum'at, 30 Mei 2008 | 00:39 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung:Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Barat akan menuntut secara perdata PT Perusahaan Listrik Negara sebesar Rp 10 miliar. Ketua API Jawa Barat, Ade Sudrajat mengatakan tuntutan ini diajukan akibat pemadaman listrik yang dilakukan secara mendadak oleh PLN selama 2 minggu belakangan.

Tuntutan Rp 10 miliar dihitung berdasarkan kerugian materiil pabrik tekstil dan polimer di Majalaya, Banjaran, Rancaekek, Leuwigajah, Cimahi dan Padalarang. Kerugian timbul lantaran perusahaan tetap harus membayar upah buruh meski proses produksi berhenti. Selain itu, pengiriman barang kepada pembeli juga tertunda. Lantaran terus merugi, dua pabrik polimer di Rancaekek dan Cimahi, bahkan telah menghentikan produksinya.

Menurut Ade, saat ini API sedang meminta perusahaan-perusahaan itu menyiapkan kuasa hukum. Dia mentargetkan bulan depan masalah ini sudah masuk ke pengadilan.

Deputi Manajer Komunikasi PLN Jawa Barat dan Banten Bambang Dwiyanto menyayangkan langkah yang ditempuh API itu. Sesungguhnya rencana pemadaman sudah disosialisasikan seminggu sebelumnya oleh kantor-kantor cabang melalui surat atau telepon. Ini memungkinkan industri bisa melakukan persiapan dengan menggunakan pembangkit alternatif.

Namun Ade membantah. Menurut dia, pemberitahuan oleh PLN baru dilakukan 10 menit sebelum pemadaman. “Itu pun lewat telepon, mana bisa melakukan persiapan,” katanya.

PLN terpaksa harus melakukan pemadaman bergilir akibat tersendatnya suplai bahan bakar minyak ke dua pembangkit yaitu Tambak Lorok di Semarang dan Muara Tawar, Bekasi. Pemadaman dilakukan antara 1-4 jam. Namun Bambang menjanjikan pasokan bakal kembali pulih dalam 1-2 hari mendatang.

Ade menargetkan tuntutan bisa masuk pengadilan pada Juni mendatang “Ini untuk mendidik PLN agar bekerja profesional dan tidak semena-mena terhadap masyarakat,” ujarnya.

Di Serang, Banten, pemadaman listrik membuat seminar di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten berakhir ricuh. Seminar berjudul “Urgensi Demokratisasi Pemerintah Daerah Dalam Mengakselerasi Pembangunan Provinsi Banten” ini menghadirkan Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Dr. Dwi Purwoko dan Anggota Dewan Pertimbangan Daerah asal Banten Renny Pujiati. Selain itu Asisten Daerah I Provinsi Banten Syafrudin Isma'il dan Pembantu Dekan I Fakultas Hukum E.
Rachmat Jazuli. Ketua panitia Anom Wahyu Asmorojati, mengatakan PLN Banten tidak memberitahukan pemadaman ini sebelumnya.

Pemadaman juga terjadi di wilayah Cirebon yang mengakibatkan sejumlah lampu lalu lintas di kota ini mati.

Sementara itu, PT PLN Area Pelayanan dan Jaringan Purwakarta mengaku merugi hingga Rp 4,7 miliar. Indra Sifniel, Manajer Area Pelayanan dan Jaringan Cabang Purwakarta dan Subang menghitung, pencurian listrik oleh konsumen rumah tangga 7 juta kilo watt jam atau 2,23 persen dari daya tersalur. Sementara jumlah daya yang hilang akibat gangguan teknis adalah 6,5 persen. Total daya yang hilang diperkirakan sekitar 8,73 persen atau 30 juta kilo watt jam dari daya yang selama ini disalurkan. Pencurian dilakukan selama triwulan pertama tahun ini.

Rinny Srihartini I Mabsuti Ibnu Marhas I Ivansyah I Nanang Sutisna.


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123962 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data