|
Dalam 3 Jam, 40 Ton Bensin SPBU di Jember Ludes
Jum'at, 23 Mei 2008 | 12:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Dalam dua hari terakhir pembelian premium di Jember meningkat drastis. Informasi yang dihimpun TEMPO di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di Jember menyebutkan kebanyakan stok mereka langsung tandas hanya dalam hitungan jam.
Sejak pukul 09.15 WIB, SPBU di jalan A Yani- Kecamatan Kaliwates, SPBU Mastrip-Kecamatan Sumbersari, dan SPBU di jalan S parman-Kecamatan Sumbersari Jember, sudah kehabisan stok premium. Padahal, setiap SPBU sudah memberikan batasan pembelian premium kepada pengendara sepeda motor, mobil maupun angkutan umum
Disamping itu, sejak akhir pekan lalu, setiap SPBU menambah stok bensin rata-rata 5 hingga 10 ton. "Biasanya disini, stok 32 ton premium habis dalam waktu dua hari. Tapi sejak kemarin, sampai hari ini, stok 40 ton sudah habis hanya 3 jam," tutur Taufik Muljanto, salah seorang pengawas SPBU di kawasan Jl. Ahmad Yani Kecamatan kaliwates Jember, yang merupakan SPBU terbesar di Jember Jum'at (23/5).
Hal senada diungkapkan Januar, 30 tahun, salah seorang petugas SPBU di jalan S. Parman-Kecamatan Sumbersari Jember. Menurutnya, tambahan pasokan premium sebanyak 35 ton habis. "Padahal kami buka mulai jam 06.00 persis. Jam 09.00 sudah habis," katanya.
Sejauh ini, pasokan dari depo Pertamina wilayah timur yang ada di Banyuwangi masih tetap lancar. Namun demikian, akibat pembelian premium yang terus meningkat, membuat jadwal pasokan premium ke SPBU-SPBU harus berubah, bahkan diperbanyak, daripada hari-hari sebelumnya.
Dua puluh sembilan SPBU di Jember juga telah memberlakukan batasan pembelian premium sejak akhir pekan lalu. Untuk pengendara motor, maksimal pembelian sebanyak 15 ribu, dan untuk pengendara mobil pembelian paling banyak dibatasi hingga Rp 75 ribu. Sedangkan untuk mobil angkutan kota, pembelian dibatasi maksimal Rp 100 ribu.
Namun demikian, setiap pagi, sore dan malam hari, antrean panjang pembeli premium tetap saja terjadi si SPBU di wilayah Jember. Masyarakat mengeluh karena bensin tidak bisa mereka dapatkan di kios-kios atau pedagang eceran, sedangkan untuk membeli ke SPBU mereka harus antre hingga ber jam-jam.
"Kemarin saya antri hampir 1 jam. Tadi pagi saya antri sampai 1,5 jam,"tutur Abdul Mu'en (40), salah seorang warga desa Glagahwero Kecamatan Kalisat-Jember.Mahbub Djunaidy
INDEKS BERITA LAINNYA :
|