Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Dana BLT Bisa Untuk Padat Karya
Jum'at, 23 Mei 2008 | 08:46 WIB

TEMPO Interaktif, CIREBON:Menyusul sikap Bupati Cirebon Dedi Supardi yang menolak program Bantuan Langsung Tunai kepada keluarga miskin di wilayahnya, pemerintah kabupaten ini menawarkan solusi lain. Dana BLT yang rencananya dibagikan itu akan dipakai untuk pembangunan sejumlah irigasi dan jalan desa yang saat ini rusak. "Jelas bisa dipakai untuk pembangunan jalan dan irigasi yang saat ini dalam kondisi rusak," kata Kepala Bapeda Kabupaten Cirebon, Dadang Prihadi, Kamis (22/5).

Menurut Dadang, banyak ruas jalan di sepanjang Kecamatan Losari dan Pegagan yang rusak berat. Begitu pula banyak saluran irigasi yang saat ini bisa diperbaiki di kawasan itu. Perbaikan jalan desa dan irigasi ini bisa dilakukan masyarakat. Cara seperti itu, menurut Dadang jauh lebih awet dan terjaga dibandingkan jika dilakukan oleh kontraktor.

“Nantinya dana bisa langsung masuk ke rekening desa, tak perlu lagi harus melakukan kontraktor. Warga pun pasti ingin menjaga jalan dan irigasi itu secara bersama-sama karena bisa merasakan dampaknya secara langsung," ujarnya.

Meski begitu, kata Dadang, mekanisme ini harus dirapatkan terlebih dahulu. Apalagi pemerintah hingga saat ini masih bertahan terhadap program BLT ini. Program ini diyakini akan memicu keributan antar sesama masyarakat serta antar masyarakat dengan kepala desa. Terlebih jika data yang digunakan tidak akurat.

Para nelatan di Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon juga meminta hal serupa. Menurut mereka, pemerintah sebaiknya memanfaatkan BLT untuk pelestarian laut di Indonesia. "Jika digunakan untuk menjaga dan melestarikan lingkungan laut, sebagai nelayan pun manfaatnya akan langsung kami rasakan," tutur Juri Pranoto, sekretaris KUD Bumi Mina Bahari.

Juri pun meyakini pembagian BLT hanya akan memicu konflik dalam masyarakat. Ia mencontohkan pada pembagian 2005 lalu, BLT harus dibagi rata dengan sejumlah keluarga di desa mereka. "Akibatnya masing-masing desa hanya mendapatkan Rp 19 ribu/bulan," tuturnya.

Karena itu tidak efektif dan akan langsung habis dalam sekejap. Terlebih jumlah BLT itu hanya Rp 100 ribu/bulan. Tak sebanding dengan pengeluaran mereka yang saat ini sudah mencapai Rp 300 ribu akibat rencana kenaikan harga BBM seperti yang telah direncanakan pemerintah.
Sementara itu berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari BPS Kabupaten Cirebon, dari 537 ribu KK di Kabupaten Cirebon sebanyak 203 ribu KK yang dinyatakan berhak mendapatkan BLT. Jumlah ini adalah data pada 2005 lalu.

Ivansyah


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Baru Tiga Kecamatan Dapat Kartu BLT
Pelayanan BLT di Bekasi Buka di 36 Kantor Pos Cabang
Kantor Pos Palembang Bagikan Kupon BLT
Kartu BLT Belum Bisa Dibagikan
31.254 Warga Tangerang Akan Terima BLT

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123541 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data