|
Baru Tiga Kecamatan Dapat Kartu BLT
Kamis, 22 Mei 2008 | 22:12 WIB
TEMPO Interaktif, BANDUNG:Pendistribusian kartu Bantuan Langsung Tunai esok hari agaknya baru bisa dilakukan pada 3 kecamatan dari 30 kecamatan di Bandung. “ Itu pun juga belum semuanya,” kata Manajer Jaringan Kantor Wilayah Usaha Pos V Jawa Barat Otong Idik pada Tempo, Kamis (22/5).
Dari tiga kecamatan itu, baru keluarga miskin di Kecamatan Andir yang seluruhnya telah dikirimi Kartu BLT itu sebanyak 3.291 rumah tangga sasaran. Di Kecamatan Cibeunying Kidul, kartu baru didistribusikan pada rumah tangga miskin di 5 kelurahan dari 6 kelurahan di sana. Dari 3.345 rumah tangga sasaran, kartu yang terdistribusi baru ditujukan pada 2.609 rumah tangga sasaran.
Di Kecamatan Cibeunying Kaler, Kartu BLT baru didistribusikan pada 2 kelurahan dari 4 kelurahan di sana. Yakni di Kelurahan Cigadung, 779 rumah tangga sasaran dan Kelurahan Cihaurgeulis 316 rumah tangga miskin. Di sana totalnya terdapat 1.814 rumah tangga sasaran penerima BLT.
Otong menuturkan, sedianya, Kecamatan Regol menyanggupi untuk mendistribusikan kartu itu. Namun, akhirnya dibatalkan karena proses verifikasi tak kunjung selesai.
Menurut Otong, pendistribusian kartu yang seharusnya sudah bisa disalurkan sejak Rabu (21/5) akhirnya baru Kamis (22/5) ini bisa didistribusikan. ”Semua kartu sudah disiapkan. Tinggal menunggu daftar verifikasi yang diserahkan oleh kecamatan,” katanya.
PT Pos menyiapkan 26 satuan tugas untuk menyebarkan kartu itu pada 84.287 penerima BLT di Kota Bandung. Namun hingga hari ini belum 10 persen dari kartu itu yang telah terdistribusikan.
Otong mengatakan, kemungkinan baru Senin (26/5) nanti baru semua kartu selesai dibagikan di Kota Bandung. ”Ada beberapa kecamatan yang menyanggupi penyelesaian verifikasi Senin (26/5) nanti,” katanya.
Otong menuturkan, penyebabnya banyak kecamatan yang belum selesai melakukan verifikasi. Hambatan itu, terutama karena data yang digunakan adalah daftar nama lama yang dulu digunakan untuk menyalurkan BLT tahap pertama pada 2005 lalu. ”Banyak orang yang tidak miskin tapi ngaku-ngaku miskin,” katanya.
Hambatan lainnya, data yang dipegang PT Pos itu adalah daftar nominasi untuk 26 kecamatan di Kota Bandung. Padahal kecamatan di Kota Bandung kini sudah mencapai 30 kecamatan hasil pemekaran.
Beberapa kecamatan bahkan tidak lagi tercantum karena telah terpisah. Misalnya Kecamatan Margacinta yang kini sudah tidak ada dan telah dipecah menjadi Kecamatan Buahbatu dan Kecamatan Panyeleukan. Untuk kasus ini, PT Pos menyerahkannya pada kecamatan yang menjadi induknya.
Ahmad Fikri
INDEKS BERITA LAINNYA :
|