|
Banyak SPBU Kehabisan Stok BBM
Kamis, 22 Mei 2008 | 13:58 WIB
TEMPO Interaktif, Purwakarta:Akibat kekurangan pasokan dari Depo PT Pertamina Dawuan, Karawang, sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Purwakarta dan Subang banyak yang kehabisan stok BBM dan bahkan ada yang terpaksa menutup operasi.
Berdasarkan pemantauan Tempo hari ini, salah satu SPBU di Jalan Raya Kalijati, Subang, sudah tidak beroperasi. Tidak ada orang yang menunggui SPBU itu, dan di pintu masuk SPBU tertera tulisan "bensin dan solar habis". "(SPBU ini) sudah sepekan tak jualan," kata Acim, warga Kalijati.
Sementara, SPBU lain yang berada di Jalan Raya Tambak Mekar, Kecamatan Jalancagak, Subang, sudah mulai kekurangan pasokan dari Pertamina. Usep Saeful Rachman, petugas operator SPBU, mengatakan pengiriman BBM dari Pertamina sudah dikurangi satu tangki atau 8.000 liter setiap waktu pengisian. SPBU lain yang terletak di Jalan Raya Cibatu, Purwakarta, juga mengalami hal sama.
Elly Suherly, Head Operation Depo Pertamina Dawuan, mengatakan pihaknya tidak pernah mengurangi jatah pengiriman pasokan ke 160 SPBU yang dilayaninya. "Kita tetap mengirim sesuai omzet rata-rata harian setiap SPBU," ujarnya.
Yang terjadi, katanya, beberapa pekan terakhir ini hampir semua SPBU mengalami peningkatan penjualan yang tinggi akibat terjadinya rush oleh pembeli.
Hal tersebut dibenarkan Auh Solehudin, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Cabang Purwakarta, Subang dan Karawang. Menurut Auh, para pemilik SPBU ada yang mengajukan delivery order (DO) lebih dari angka omzet harian. "Makanya Pertamina tidak melayaninya," ujarnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan di SPBU, sejak 15 Mei lalu pihak Pertamina mengeluarkan kebijakan pembatasan pembelian BBM. Untuk premium kendaraan pribadi dibatasi hanya boleh membeli senilai Rp 75.000, umum Rp 100 ribu, sepeda motor Rp 10 ribu.
Untuk untuk BBM jenis solar, kendaraan pribadi hanya dibolehkan membeli Rp 75 ribu, umum Rp 100 ribu, truk Rp 250 ribu dan bus Rp 250 ribu. Tetapi, dalam prakteknya pembatasan pembelian BBM itu tak dipatuhi sama sekali oleh setiap SPBU yang ada di Subang dan Karawang. "Kita tidak mau muncul masalah sosial hanya gara-gara membatasi pembelian BBM," kata Auh.
NANANG SUTISNA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|