Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Lahan Sekitar Peninggalan Kerajaan Kadhiri Akan dibebaskan
Kamis, 22 Mei 2008 | 13:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Kabupaten Kediri berencana membebaskan lahan ditempat ditemukannya peninggalan candi kuno peninggalan jaman Kerajaan Kadhiri (Kediri) yang dibangun pada abad XI. Lokasi peninggalan itu sendiri berada di Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gurah.

Hasil peninggalan ini juga sudah ditelitik arkeolog dari Universitas Gadjah mada, Yogjakarta. "Kami akan segera melakukan pembebasan tanah yang selama ini sempat terhalang karena belum ada kecocokan harga dengan pemilik tanah," kata Juru Bicara Pemerintah Kediri, Sigit Rahardjo, Kamis (22/5).

Menurut Sigit, selama ini Pemkab Kediri telah menyiapkan sejumlah program pengembangan kawasan kompleks candi Tondowongso. Dintaranya menjadikan pusat studi arkeologi dan sejarah. Setelah ditemukan pada awal 2007, tim ekspedisi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Mojokerto, memastikan situs Tondowongso merupakan kompleks candi besar yang dibangun pada abad XI, jaman kerajaan Kadhiri awal. Situs itu dinilai sebagai karya seni transisi perpindahan kerajaan Jawa Tengah ke Jawa Timur.

Bupati Kediri, Sutrisno telah memerintahkan untuk negosiasi dengan pemiliki lahan, agar tidak muncul persoalan di belakang hari. Setelah lahan dikuasai pemerintah, diharapkan tim arkeologi bisa melakukan penggalian lebih tenang dan mendalam. Sehingga semua benda yang terdapat di lahan tersebut bisa diselamatkan secara utuh.

Lokasi penemuan situs Tondowongso merupakan milik empat warga yaitu, Kemin (56), Suryani (53), Munawar (45) dan Kiram (60). Mereka minta tanahnya dibeli Rp 3,5 juta per ru (1 ru seluas 14 meter persegi). Sejauh ini Pemkab Kediri hanya mampu membeli seharga Rp 1,5 juta per ru, yang dinilai sudah di atas harga pasaran tanah di kawasan tersebut.

"Kami akan mendekti lagi para pemilik tanah agar bersedia melepaskan tanahnya dengan harga yang bisa dijangkau pemerintah demi pelestarian sejarah," kata Sigit.

Karena belum ada kepastian harga, pada bulan Agustus 2007, 12 arca yang ditemukan di Tondowongso diamankan ke BP3 Trowulan, Mojokerto.

Arca-arca yang diamankan ke Trowulan itu merupakan arca Hindu, yaitu Arca Brahma, Syiwa, Durga, Lingga, Yoni dan Lembu Andini. Karena dibuat dari bahan batu andesit yang sangat berat, proses pengangkutan cukup melelahkan dan mengerahkan sekitar 10 orang dari tim BP3 Trowulan. Kehalusan arca-arca di Tondowongso lebih halus dibanding arca Pradnya Paramita yang kini disimpan di Museum Nasional Jakarta. DWIDJO U. MAKSUM


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123487 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Warga Pakistan Aniaya Perempuan
Pemekaran Tidak Serius Bebani Keuangan Negara
Lightning Bolt
Presiden Akui Banyak Program Belum Tersosialisasi Luas
Zuma untuk Gwen Stefani

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data