|
GMNI Kediri Galang Mosi Tak Percaya pada Presiden
Rabu, 21 Mei 2008 | 14:29 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri:Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kota Kediri, Jawa Timur, melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di alun-alun Kota Kediri hari ini.
Untuk mengekspresikan penolakan itu, para mahasiswa melakukan penggalangan tanda tangan dari masyarakat sebagai bentuk mosi tidak percaya pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Jika pemerintah benar-benar mengumumkan kenaikan harga BBM, ini jelas-jelas fakta yang menunjukkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla telah gagal mengemban amanat hati nurani rakyat," kata Wawan, salah seorang pengunjuk rasa dalam orasinya.
Para aktivis itu menggalang tanda tangan warga yang melintas di dekat aksi unjuk rasa. "Jika tanda tangan sudah terkumpul cukup banyak, kami akan mengirimkannya ke DPR Republik Indonesia di Jakarta sebagai wujud mosi tidak percaya pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla," kata salah seorang pengunjuk rasa.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang GMNI Kota Kediri, Wahyu Wicaksono, yang turut dalam aksi tersebut mengatakan kebijakan menaikkan harga BBM merupakan tindakan yang ceroboh. Seharusnya, kata dia, pemerintah bisa melakukan upaya lain untuk mempertahankan harga BBM seperti sekarang. "Misalnya mencabut subsidi di bidang perbankan kemudian dialokasikan untuk subsidi BBM," kata Wahyu.
Aksi yang mendapat kawalan ketat aparat kepolisian itu cukup mendapat simpati masyarakat yang lewat. Selain turut memberikan tanda tangan untuk mosi tidak percaya pada pemerintah, sejumlah warga juga turut berteriak-teriak sambil mengepalkan tangan.
"Kami mendukung semua upaya menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Kami mendukung para mahasiswa," kata Jono, salah seorang sopir truk yang sedang melintas.
Setelah sekitar dua jam melakukan aksi, para aktivis GMNI kemudian membubarkan diri dengan tertib. Semua spanduk dan pamflet protes mereka gulung dan dibawa pulang. Selebaran yang tersisa mereka bagi-bagikan kepada para pengguna jalan.
DWIDJO U. MAKSUM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|