Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tolak kenaikan BBM:

Angkutan Jember Mogok Total, Lalu Lintas Macet
Rabu, 21 Mei 2008 | 13:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sedikitnya 306 sopir angkutan kota bersama 600 aktifis LSM, Oganisasi profesi dan mahasiswa yang tergabung dalam Front Masyarakat Jember (FMJ) menggelar aksi serentak menolak rencana kenaikan BBM, Rabu (21/5).

Mereka memprotes keras kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Selain itu juga mengecam sikap pemerintahan SBY-JK yang diannggap hanya menghambur-hamburkan uang miliaran rupiah untk memperingati 100 tahun hari Kebangkitan Nasional.

"100 Kebangkitan Nasional, tapi kesejahteraan rakyat juga mundur 100 tahun", SBY-JK Tidak Peduli Rakyat Kecil", "Miliaran Uang Rakyat Hanya Untuk Seremonial/Upacara Tanpa Makna". Beragam poster dan selebaran bernada protes lainnya dibawa para peserta aksi. Selain menolak kenaikan harga BBM, para pendemo juga menuntut menasionalisasi aset-aset nasional yang dikuasai asing dan merevisi UU Migas serta mengoptimalkan sumber energi alternatif.

"Kemarin siang sampai sore, SBY-JK dan para pejabat negeri ini telah nyata-nyata menghamburkan uang negara untuk kepentingan seremonial. Mereka memperingati 100 tahun hari Kebangkitan Nasional, Tetapi mereka juga membawa rakyat Inbdonesia ke era kemunduran dan kesengsaraan di jaman penjajahan kolonial,"teriak koordinator FMJ, Mohammad Afifuddin.

Pantauan TEMPO, aksi FMJ itu dimulai dari depan kampus Fakultas Ekonomi Universitas Jember (Unej). Aksi long march dilanjutkan ke beberapa ruas jalan utama kota Jember. Secara terpisah, ratusan sopir Lin (Sebutan untuk angkutan kota di Jember) juga bergerak melakukan aksi serupa. Mereka menurunkan penumpang dan bergerak menuju alun-alun kota Jember.

Di depan alun-alun kota yang berseberangan dengan kantoir bupati Jember, masa FMj itu berkumpul dan menggelar orasi bersama. Mereka menyerukan penolakan atas rencana kenaikan harga BBM dan menuntut Bupati Jember, MZA DJalal untuk mengeluarkan pernyataan sikap menolak kebijakan SBY-JK yang merugikan rakyat kecil.

Setelah sekitar 2 jam menunggu, namun bupati Jember tidak juga muncul menemui mereka. Akhirnya para demosntran itu nekat merobohkan 4 buah pintu pagar kantor bupati Jember. Mereka mengaku kesal karena tidak ditemui oleh BUpati Jember, MZA Djalal. Para pendemo menginginkan agar MZA Djalal turut menandatangi petisi menolak kenaikan harga BBM. Namun bupati tidak muncul dengan alasan tidak ada di kantornya.

Akhirnya, aksi dilanjutkan dengan memblokir sejumlah ruas jalan utama di jantung kota Jember. Mereka menutup akses di kawasan 'segitiga emas" kota Jember dan perempatan dan pertigaan menuju kota Jember dengan menduduki jalan. Ratusan mobil angkutan kota yang juga ikut aksi menutup jalan di perempatan jalan Mastrip, jembatan gladak kembar, dan jalan sultan agung. Akibatnya, akses menuju kota Jember tertutup total sejak pukul 10.00 wib tadi. Aparat kepolisian Jember terpaksa mengalihkan arus lalu lintas ke daerah pinggiran kota Jember.

Para penumpang di tiga (3) terminal di Jember yakni terminal Tawangalun, Pakusari dan Arjasa juga kebingungan dan terlantar. Tidak ada satu p[un taksi, angkutan kota maupun bus dalam kota yang mengangkut mereka karena aksi demosntrasi dan pemblokiran jalan-jalan utama di kota Jember. Akhirnya, pihak terminal bekerjasama dengan Dinas Perhubungan dan Mapolres Jember berupaya mengangkut para penumpang. Mereka diangkut dengan truk patroli polisi. "Syukurlah masih bisa ke kota Jember. Meskipun harus mbayar Rp.1000.-,"tutur Anam Eko Wahyu (30) salah seorang penumpang.

Kepala Satuan Samapta Polres Jember, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rodiq Sugiantoro mengatakan, upaya mengakut para penumpang yang terlantar dengan kendaraan polisi itu terpaksa dilakukan demi tidak mengganggu kepentingan umum. "Dan memeang kita tarik biaya seribu per penumpang. Karena kendaraan harus bolak-balik dan membutuhkan BBM,"katanya.

Hingga berita ini ditulis, para demonstran masih menutup akses di pusat kota dan sebagian menggelar aksi orasi di depan pintu masuk pendopo kabupaten atau rumah dinas bupati Jember. "Jika sampai pukul 13.00 wib bupati Jember tidak juga menemuai kami, berarti dia tidak berpihak kepada rakyat. Dan kita akan turun jalan lagi dengan masa yang lebih besar," Sucipto koordinator paguyuban sopir Lin Jember. Mahbub Djunaidy


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123398 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data