|
Seribu Massa Kepung Grahadi
Rabu, 21 Mei 2008 | 12:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar seribu massa gabungan dari puluhan organisasi kemahasiswaan, buruh, serta masyarakat, Rabu (21/5) mengepung Gedung Negara Grahadi Surabaya. Mereka memperingati turunnya Presiden Soeharto dengan menyuarakan penolakan terhadap rencana pemerintah yang akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak.
Puluhan organisasi diantaranya, BEM ITS, BEM Unair, BEM IAIN, BEM UPN, PMII, HMI, IMM, Aliansi Buruh Menggugat, BM PAN, serta beberapa elemen massa lainnya, tumplek di depan Gedung Negara Grahadi di jalan Gubernur Suryo Surabaya secara bergelombang mulau pukul 10.00 tadi.
Aksi kali ini, juga diikuti oleh massa yang mengatasnamakan Gerakan Nasional Turun Harga yang dipelopori oleh jago orasi dari aktifis gerakan mahasiswa Surabaya era tahun 1998an yaitu Taufik Menyon, dan Muhajir. Degan membawa berbagai poster, spanduk serta perangkat aksi lainnya, massa meneriakkan berbagai yel-yel dan orasi secara bergantian.
Beberapa spanduk dan poster yang mereka bawa diantaranya bertuliskan "Tolak Kenaikan BBM, Sita Harga Koruptor", "Potong Gaji Pejabat untuk Tutup Subsidi", "Naikan Pajak barang dan kendaraan mewah", "Gagalkan kenaikan BBM, tolak BLT karena merupakan bentuk suap politik". Ada juga element aksi yang sengaja merangkai huruf-huruf berukuran besar yang bertuliskan I-N-D-O-N-E-S-I-A=B-A-N-G-K-R-U-T.
"Sudah saatnya rakyat bersatu kembali. Presiden yang tidak kreatif dan hanya pandai menaikkan BBM harus kita tuntut untuk segera mundur," kata Taufiq dalam salah satu orasinya. Selain menolak rencana kenaikan BBM, massa menilai pemberian BLT hanyalah bentuk upaya money politic yang saat ini sedang dilakukan Presiden dalam upaya mencari popularitas dalam pemilu 2009 nanti.
Hanya saja, aksi ini terkesa tidak kompak karena masing-masing elemen aksi menggelar aksi secara sendiri-sendiri. Dari pantauan Tempo, sebagian besar massa aksi menggelarnya di jalan Gubernur Suryo bagian utara, sedangkan sisanya ada dibagian selatan jalan.
Ditempat yang sama, beberapa mahasiswa menyuarakan hal yang sama dengan cara menggelar aksi mogok makan. Peserta mogok makan ini melakukannya dengan cara memplester mulut mereka dan mendirikan tenda tepat dibawah patung Gubernur Suryo di depan Gedung Negara Grahadi.
Tak hanya di Grahadi, unjuk rasa penolak terhadap kenaikan BBM juga digelar oleh puluhan mahasiswa dari GMNI Surabaya di kantor DPRD Surabaya yang memang tak jauh dari Grahadi. Di Gedung dewan ini, massa bahkan sempat terlibat aksi dorong pintu dewan dengan beberapa personel keamanan.
Hanya saja, karena sedikitnya elemen aksi, massa yang tidak dizinkan untuk masuk gedung DPRD ini kemudian memilih untuk bergabung dengan teman-teman mereka di depan Grahadi. Rohman Taufiq
INDEKS BERITA LAINNYA :
|