|
BLT di Jatim disalurkan Mulai 23 Mei
Rabu, 21 Mei 2008 | 11:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi rumah tangga miskin di Jawa Timur akan mulai dilakukan pada 23 mei mendatang. Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, Rabu (20/5) menuturkan jika pemberian ini merupakan rangkaian pemberian yang pertama kali di lakukan bersamaan dengan pemberian bagi 9 Provinsi lainnya di seluruh Indonesia.
"Khusus Jatim, yang pertama akan mendapatkan adalah Surabaya. Ini sekaligus akan dijadikan contoh bagi penyaluran BLT kabupaten/kota lainnya," kata Imam usai upacara peringatan 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional di Gedung Negera Grahadi Surabaya.
Lebih lanjut, Imam menambahkan, untuk mengantisipasi kekisruhan seperti pencairan BLT beberapa waktu lalu serta menghindari tidak validnya data dari BPS, dirinya sudah menginstruksikan kepada seluruh kabupaten/kota di Jatim untuk melibatkan pihak RT/RW guna melakukan pengecekan layak tidaknya penerima BLT.
Ditempat yang sama Kepala Dinas Sosial Pemprov Jawa Timur Fathurrozi Syata menambahkan, rumah tangga miskin di Surabaya yang berhak mendapatkan BLT ini adalah sebanyak 121146 keluarga, sedangkan untuk seluruh jatim penerima BLT sekitar 2 juta keluarga. Data ini menurutnya diambil dari acuan data rumah tangga miskin dari BPS tahun 2005.
Hanya saja, dari data ini tidak semuanya akan mendapatkan BLT, karena masih akan dicocokkan terlebih dahulu dengan data yang ada di RT/RW setempat. "Tidak semua data dari BPS kita pakai, verifikasi terakhir ada ditangan RT/RW, karena mereka yang mengetahui secara pasti miskin tidaknya warga," tambah Fathur. Data dari BPS sendiri, hanya akan dipakai sebagai acuan awal, karena tidak semua hasil dari survei yang dilakukan BPS adalah valid.
Dirinya lantas mencontohkan, ketika dilakukan survei, biasanya kebanyakan warga menyembunyikan barang-barang berharga mereka. Sehingga survei dari BPS banyak yang tidak sesuai sasaran, belum lagi data yang akan digunakan untuk BLT ini adalah data tahun 2005 yang tentunya sudah sangat berbeda dengan kondisi saat ini.
Selain melibatkan perangkat RT/RW, Dinas Sosial Jatim juga minta kabupaten/kota juga melibatkan LSM untuk mengawal dan membantu memperlancar pencairan BLT. Tak hanya itu, Dinsos juga minta pihak penyalur dalam hal ini adalah PT Pos untuk bisa menambah personil dilapangan plus menambah jumlah posko pencairan.
"Tidak semua kawasan memiliki kantor POS, karennya pencairan harus dilakukan tidak hanya melalui kantor POS," tambahnya.
Lebih lanjut, untuk persiapan pencairan BLT pada 23 mei mendatang, kartu penerima BLT mulai saat ini juga sudah didistribusikan ke beberapa kawasan di Surabaya. Pihak RT/RW se-Surabaya juga sudah mulai melakukan validasi data dari BPS. Rohman Taufiq
INDEKS BERITA LAINNYA :
|