|
Situs Tondowongso Kerajaan Kediri Kuno Diteliti Tim Arekeologi
Selasa, 13 Mei 2008 | 20:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Situs candi kuno yang ditemukan di Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur yang selama ini diprediksi sebagai peninggalan jaman kerajaan Kadhiri (Kediri) awal yang dibangun pada abad XI, diteliti kembali, Selasa (13/5). Penelitian dilakukan para peneliti dari Balai Arkeologi Yogjakarta yang datang dengan membawa alat geolistrik yang didatangkan dari Fakultas Geografi Universitas Gajah Mada Yogjakarta.
"Kedatangan kami kali ini untuk mengetahui berapa luas sesungguhnya areal situs Tondowongso ini. Selain itu juga untuk mengetahu apa saja kandungan yang terpendam di bawah tanah," kata Lisa Ekawati, salah seorang arkeolog dari Balai Arkeologi Yogjakarta di lokasi penemuan situs, Selasa (13/5).
Tim akan berada di Tondowongso hingga tanggal 18 Mei mendatang. Mereka akan melakukan penelitian mendalam dengan dibantu alat geolistrik untuk melakukan monitoring kandungan yang ada di dalam tanah. Setelah berhasil memantau melalui layar monitor tim akan segera merekomendasikan untuk dilakukan penggalian Rencana penggalian akan dilakukan dengan menggunakan bulldozer.
"Monitoring melalui alat geolistrik sangat penting dilakukan agar saat dilakukan pengerukan, situs yang ada di dalam tanah tidak hancur," kata Lisa.
Menurut Lisa, dari hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan tim BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) yang berpusat di Trowulan, Mojokerto, diperkirakan penemuan Tondowongso merupakan penemuan terbesar. Berbeda dengan candi lainnya yang terpusat di satu titik, Tondowongso merupakan kompleks candi yang terdiri dari banyak bangunan.
"Jika kelak terbukti ini merupakan situs sejarah terbesar yang tiada tara nilainya," kata Lisa.
Tim BP3 Jawa Timur Trowulan, Mojokerto memastikan situs Tondowongso peninggalan jaman kerajaan Kadhiri (Kediri) awal. Candi itu dibangun pada abad XI. Hasil penelitian tim BP3 Trowulan telah disampaikan kepada Bupati Kediri, Sutrisno. Untuk keamanan, 12 arca yang ditemukan kini diamankan ke BP3 Trowulan, Mojokerto. Arca-arca yang diamankan itu merupakan arca Hindu, yaitu Arca Brahma, Syiwa, Durga, Lingga, Yoni dan Lembu Andini yang dibuat dari batu andesit yang sangat berat.
Tim BP3 menyebutkan, candi Tondowongso merupakan karya seni transisi perpindahan kerajaan Jawa Tengah ke Jawa Timur dan dinilai sebagai masterpiece (maha karya) yang luar biasa. Ketika kerajaan dipindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, orang-orang juga ikut pindah, sehingga banyak candi dibangun di kawasan Jawa Timur. Proses perpindahan itu terjadi sejak tahun 929 M.
Kerajaan Kediri merupakan kerajaan tertua di Jawa Timur. Setelah masa kerajaan Kediri, disusul kerajaan Singosari kemudian Majapahit. Ketiga kerajaan itu memiliki keterkaitan dari sisi historis dan arsitektur.
Penemuan ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa prediksi Profesor Sukmono, guru besar Arkeologi Yogjakarta yang melakukan penelitian di Kediri tahun 1957, benar. Saat itu Profesor Sukmono mengatakan di kawasan Kediri ada situs besar yang merupakan peninggalan kerajaan Khadiri. Kehalusan arca-arca di Tondowongso lebih halus dibanding arca Paramita yang kini disimpan di Museum Nasional Jakarta. Detil dan pahatannya sangat halus dan sempurna.
Kompleks candi Tondowongso memiliki luas lebih dari 1 hektare. Panjang sudut timur hingga barat sepanjang 80 meter. Panjang utara hingga selatan 120 meter. Lebar
(ketebalan) pagar 130 centimeter.
Saat ini Pemkab sedang berusaha membebaskan lahan penemuan situs Tondowongso. Namun belum ada kecocokan harga dengan pemilik tanah. DWIDJO U. MAKSUM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|