Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ribuan Buruh Tekstil Terancam PHK
Selasa, 13 Mei 2008 | 17:58 WIB

TEMPO Interaktif, Semarang:Ribuan buruh tekstil di Jawa Tengah terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan. Ini merupakan salah satu dampak kenaikan harga bahan bakar minyak yang akan diberlakukan pemerintah.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Semarang, Agung Wahono, mengatakan sebenarnya kenaikan harga BBM bersubsidi tidak berdampak langsung pada sektor industri. Pasalnya, selama ini industri selalu menggunakan BBM nonsubsidi.

PHK lebih karena akumulasi kenaikan jasa transportasi serta meroketnya harga kebutuhan pokok sebagai komponen penentuan kebutuhan hidup layak buruh yang harus dipenuhi oleh perusahaan dalam menentukan upah minimum. Di sisi lain, harga suku cadang juga melambung serta daya beli masyarakat juga melemah.

"PHK adalah jalan keluar yang paling jelek yang harus dilakukan oleh perusahaan sebagai langkah efisiensi," ujar Agung kepada Tempo, Selasa (13/5).

Buruh yang akan ter-PHK diperkirakan mencapai 20 persen. Saat ini jumlah buruh di sektor tekstil di Jawa Tengah sekitar 500 ribu. "Tinggal hitung saja perkirannya."

Namun, menurut Agung, PHK tidak bisa dilaksanakan serta merta. Dampak kenaikan BBM diperkirakan baru sangat terasa sekitar dua bulan kemudian atau paling tidak menjelng akhir tahun.

Kondisi serupa, lanjut Agung, juga akan terjadi pada industri padat karya lainnya, seperti furniture serta usaha skala kecil.

Sohirin

Dari Arsip Majalah TEMPO
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Memuntir Harga Minyak Impor | 21 Maret 2005
Tak Minyak, Arang pun Jadi | 21 Maret 2005
Tidak Akan Transparan | 14 Maret 2005
Penggarong Kayu Layak Dipancung | 07 Maret 2005
Adu Tangguh untuk Siapa | 07 Maret 2005
Di Luar Kontrol Pemerintah | 07 Maret 2005
Neraca atau Manajemen Bobrok | 07 Maret 2005
Minyak | 07 Maret 2005
Menanti di Ambang Tak Terjangkau | 21 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

HIPMI Yogya: BBM Mestinya Tetap Bersubsidi
Gubernur Jawa Tengah Batasi Perjalanan Dinas
Dewan Tani Indonesia Tolak Kenaikan BBM
Organda Segera Naikan Tarif
Kenaikan Harga BBM Akhir Mei
PPP Dukung Kenaikan Harga BBM
Kalla Minta Pengusaha Dukung Kenaikan Harga BBM
Unjuk Rasa Tolak Kenaikan BBM
Daya Beli Turun, Permintaan Plastik Berkurang
25 Ton Solar Ilegal Disita Polisi Pelabuhan
> selengkapnya...

Referensi

Berpihak pada Orang Kaya
Harga Premium Sekitar Rp 6.000
Siapa Boleh Membeli
Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122995 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Jalur Selatan Kereta Api Normal Kembali
Kecil Kemungkinan Beda Awal Puasa dan Lebaran
Tunai Rp 1 Milyar Bagi Peraih Emas Olimpiade
Amrozy cs Dikunjungi Kerabat
Mahasiswa Kediri Demo Tuntut Pengusutan Dana Hibah Persik

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data