Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Target Pembangunan Banten Tidak Tercapai
Selasa, 13 Mei 2008 | 10:55 WIB

TEMPO Interaktif, Serang:Target pembangunan di hampir semua sektor yang direncanakan Pemerintah Provinsi Banten pada 2007 tidak tercapai.

Berdasarkan temuan di lapangan, dari sembilan target Rencana Strategis (Renstra) Transisi tahun 2007, tidak ada satu pun yang terpenuhi. Demikian dikatakan Bambang Sudarmadi, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Banten kepada Tempo, Selasa (13/5).

Rencananya hari ini Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Banten tahun 2007 akan ditetapkan dalam rapat paripurna.

Menurut Bambang, dalam pembangunan sumber daya manusia yang ditunjukkan dengan indeks pembangunan manusia (IPM) tahun 2007 hanya tercapai 70,41 persen dari target 74,1 persen, meski ada kenaikan dari tahun 2006 yang hanya 69,11 persen.

Sedangkan angka kematian bayi (AKB) meningkat dari 50,6 per seribu kelahiran pada 2008 menjadi 54 per seribu kelahiran pada 2007. Angka rata-rata lama sekolah (ARLS) juga dinilai mengalami stagnasi, yang hanya mencapai 8,5 tahun dari target 8,6 tahun pada 2007.

"Upaya menekan jumlah penduduk miskin sebesar 873.400 juga tidak tercapai, karena pada 2007 jumlah penduduk miskin di Banten masih mencapai 886.100 orang," katanya.

Parahnya lagi, kata Bambang, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) yang ditargetkan 6,36 persen juga tidak tercapai. "LPE 2007 hanya 5,89 persen. Meski dibanding tahun 2006 mengalami kenaikan sekitar 0,36 persen, namun target yang direncanakan tidak tercapai," katanya.

Tidak tercapainya target pembangunan ini lantaran tidak proporsionalnya anggaran APBD 2007 dengan target yang direncanakan dalam Renstra Transisi 2007.

Sementara itu, angota Fraksi PDI Perjuangan, dr. Adang, menilai banyak pembangunan di Provinsi Banten yang tidak sinergis dan sejalan dengan kabupaten/kota di Banten. Dia mencontohkan program Poliklinik Desa yang diluncurkan provinsi tidak mendapatkan respon optimal dari pemerintah daerah di bawahnya. "Inilah tugas provinsi untuk mensinergikan programnya."

Adang menyatakan hampir 80 persen program-program provinsi Banten tidak berjalan efektif pada tingkat pelaksanaannya di kabupaten/kota. "inilah yang membuat kita lama untuk berkembang," ujar Adang yang juga ketua Komisi IV DPRD Banten.

Mabsuti Ibnu Marhas

Dari Arsip Majalah TEMPO
Mundur Bareng  | 23 September 2002
Pelajaran Moral dari Tanggamus  | 23 September 2002
Laporan Sutiyoso Diterima  | 19 Agustus 2002
Sutiyoso Melenggang  | 22 Juli 2002
Wali Kota Dipecat  | 15 Juli 2002


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Warga Banda Aceh Peringati HUT Kota Ke-803
Gubernur Jambi Usulkan Pelaksana Tugas Sekda Jambi
Bappeda Se-Indonesia Minta Perampingan Tugas
Pemerintah Pusat Dituding Abaikan Perbatasan
Pemerintahan Tana Tidung Belum Berfungsi
Layanan Publik Penajam Terganggu Dualisme Kepemimpinan
Gubernur Gamawan Ancam Bupati Mentawai
Ngayoh Segera Gantikan Suwarna
21 Tenaga Honorer Dinas Perhubungan Diduga Fiktif
Struktur Organisasi Pemerintah Kota Bandung Dirampingkan
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122963 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Jakarta Bakal Diguyur Hujan
Ford Naik Lima Peringkat di CSI
Tiga Perempuan Peneliti Raih Fellowship For Women in Science 2008
Indonesia “Juara”
Presiden Dukung Komisi Amandemen UUD 1945

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data