|
Himpunan Pedagang Pasar, Batal Usung Calon Independen
Senin, 12 Mei 2008 | 19:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Himpunan Kerukunan Pedagang Indonesia (HKPI) Jawa Timur, urung mengusung calon independen dalam pemilihan kepala daerah Jatim. Presiden HKPI Djoko Soedjiono, Senin (12/5) mengungkapkan jika pihaknya terpaksa membatalkan pencalonan pasangan Suko Widodo dan Djaniadi/Ko Ping karena terbentur aturan belum bisanya calon independen berlaga dalam pilkada Jatim.
"Semula kita berniat akan berjuang mengusung calon kita, tapi demi pembelajaran politik kami terpaksa mundur supaya kondisi Jatim tetap kondusif," kata Djoko. Pembatalan ini, mereka sampaikan langsung kepada anggota KPUD Jawa Timur dikantornya jalan Tanggulangin no 3 Surabaya.
Semula, tepatnya pada Senin (5/5) lalu, para pedagang ini memang mengambil formulir pendaftaran untuk calon gubernur dan wakilnya. Saat itu, dengan asalan ketidak percayaan terhadap semua calon yang diusung partai politik, pedagang berniat mengusung calon Gubernur Suko Widodo dan Wakilnya Djaniadi.
"Setelah kami pelajari, ternyata PP 6/2005 dan UU no 12/2008 tentang pemilu belum bisa mewujudkan hadirnya calon independen dalam pilkada di Jatim," tambah Djoko yang juga ketua Himpunan Pedagang Pasar Turi Surabaya ini.
Meski membatalkan mengusung calon independen, para pedagang ini berjanji akan mengawal jalannya pilkada termasuk juga mereka akan menggunakan hak pilihnya dalam pilkada nanti. "Kita tidak akan golput, tapi kita akan membebaskan anggota kita yang saat ini sekitar 750 ribu dan tersebar diseluruh pasar tradisional se-Jatim untuk memilih calon sesuai dengan keinginan mereka," kata Djoko.
Pedagang juga minta kepada KPUD untuk mendesak para calon gubernur jika nantinya terpilih bisa mendengarkan keluhan pedagang, terutama penataan pedagang pasar tradisional yang saat ini mulai terpinggirkan dengan hadirnya pasar modern.
Ditempat yang sama, Anggota KPUD Arief Budiman menyambut baik langkah pedagang yang tidak memaksakan diri untuk mengusung calon independen. Apalagi, sesuai dengan peraturan yang berlaku memang tidak bisa dipaksakan bagi calon perseorangan untuk maju dalam pilkada di Jawa Timur.
"Kami sampaikan penghargaan yang besar karena pedagang tidak main-main dan memberitahukan kepada kami pembatalan calon independen ini," kata Arief yang sebenarnya juga pedagang di Pasar Turi ini. Lebih lanjut, Arief berjanji akan menyampaikan aspirasi para pedagang sehingga bisa didengarkan seluruh calon Gubernur yang telah mendaftarkan diri ke KPUD. Rohman Taufiq
INDEKS BERITA LAINNYA :
|