|
Tolak BBM Naik, Para Ibu Geruduk Gedung Sate
Senin, 12 Mei 2008 | 11:45 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:Giliran para perempuan yang kini turun ke jalan, menolak rencana pemerintah menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM). Para ibu rumah tangga dan mahasiswi hari ini mengeruduk Gedung Sate, Bandung. Mereka meminta DPRD Jawa Barat bersikap serupa dengan daerah lain. “Kami minta DPRD Jawa Barat menolak rencana itu seperti DPRD daerah lain” kata Eva Novi Karina, juru bicara Koalisi Perempuan Bersatu di sela aksi unjuk rasa, Senin (12/5).
Para perempuan ini juga mengecam pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla soal keputusan pemerintah menaikkan BBM. Kalla bahkan mengklaim pencabutan sebagian subsidi dan menggantinya dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) menguntungkan. "JK meremehkan permasalahan," katanya.
Menurut Eva, BBM tak sekadar masalah bahan bakar minyak. Tapi, berkaitan erat debgab daya beli masyarakat. Pencabutan subsidi BBM, sama dengan menurunkan daya beli masyarakat karena ada efek domino pasca kenaikan BBM.
Jika pun harus dinaikkan, mereka menolak penggantian subsidi diberikan lewat BLT yang dinilai tidak mendidik masyarakat menjadi malas. Pemerintah, paparnya, bisa mengoptimalkan pendidikan gratis dan pelayanan kesehatan
gratis.
Mereka juga menuding Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan Wakilnya Jusuf Kalla ingkar janji. Menurut Eva, saat menaikkan harga BBM terakhir, keduanya berjanji tidak akan menaikkan lagi harga BBM.
Di tempat yang sama, aksi penolakan renacana pemerintah menaikkan BBM juga dilakukan oleh Perempuan Amanat Nasional (PUAN) Kota Bandung. Mereka mengecam rencana itu. "Yang paling merasakan kesengsaraan dan penderitaan
(akibat naiknya BBM) adalah kaum perempuan," kata Ketua PUAN Kota Bandung, Eni Rachman.
Ahmad Fikri
INDEKS BERITA LAINNYA :
|